Investor
Selasa, 26 Juli 2022 20:51 WIB
Penulis:Asih
Editor:Asih
SURABAYA | halojatim.com - PT Segar Kumala Indonesia, salah satu importir dan pedagang besar buah-buahan dan sayuran di Indonesia akan segera listing di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Saat ini perusahaan masih melakukan penawaran saham perdana sebanyak 200 juta lembar saham atau 20 persen dari total saham ke publik dengan harga Rp 350 hingga Rp 400 per lembarnya.
Sehingga diprediksi perusahaan akan mendapatkan dana Rp 70 miliar hingga Rp 80 miliar di mana 75 persen untuk tambahan modal dan 25 persen untuk ekspansi.
Untuk itu, selain di Jakarta, Segar Kumala Indonesia juga membidik investor Surabaya. Terbukti, Selasa (26/7/2022), perusahaan mengundang para investor untuk pendengarkan paparan mengenai kinerja perusahaan.
Karena dikatakan Renny, Surabaya dan Jawa Timur adalah kota yang sangat penting bagi perusahaan. Surabaya menyumbang 20 persen dari total pendapatan.
Tidak hanya itu, Surabaya juga dijadikan salah satu cabang distribusi dan cold storage. Bahkan Pelabuhan Tanjung Perak menjadi salah satu dari tiga pelabuhan sebagai lokasi sandar kontainer buah yang didatangkan dari berbagai negara.
Baca Juga :
"Ada Pelabuhan Belawan Medan, Tanjung Priok Jakarta dan Tanjung Perak Surabaya. Masing-masing pelabuhan untuk kawasan berbeda-beda. Kalau di Surabaya untuk kawasan Indonesia timur," jelas Direktur Segar Kumala, Tony Soegiarto.
Perusahaan yang akan menggunakan kode saham BUAH ini mengaku penawaran perdananya sudah mengalami oversubscribed 3,24 kali sejak penawaran pertama pada 20 Juli lalu. Perseroan saat ini telah meraup dana segar sebesar Rp240 miliar.
Renny Lauren bersyukur atas pencapaian di hari terakhir penawaran awal tersebut, Selasa (26/7/2022). Renny pun berharap langkah untuk segera melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI) segera terealisasi sesuai rencana yakni pada 9 Agustus 2022 mendatang.
“Kami menyambut baik antusias masyarakat pada masa penawaran awal ini. Kami optimistis sebagai salah satu importir dan pedagang besar buah-buahan dan sayuran terlengkap dan terbesar di Indonesia akan menyongsong kinerja yang lebih baik ke depan dengan berbagai strategi dan peluang yang ada,” katanya.
Sejak tiga tahun terakhir, kinerja perusahaan cukup menggembirakan. Bahkan saat pandemi Covid-19, pendapatan perusahaan mengalami peningkatan cukup tajam.
Pada 2019 ke 2020 kenaikan 17 persen, pada 2020 ke 2021 naik 33 persen. Dan pada 2021 ke 2022 optimis bisa naik antara 40 persen hingga 50 persen dari 2021 atau sebesar Rp 1,4 triliun.
Renny melanjutkan sejumlah strategi pun akan digencarkan perseroan guna mencapai target yang sudah ditetapkan. Salah satunya dengan melakukan aksi korporasi yakni melantai di Bursa Efek Indonesia (BEI).
Strategi lain yaitu, perseroan akan bekerja sama dengan lebih banyak pihak supplier dari mancanegara. Hal ini dilakukan untuk melengkapi keberagaman produk. Sampai pada saat ini, supplier yang sudah berkerja sama dalam menyuplai buah untuk Perseroan, datang dari negara-negara Asia, Australia, Amerika Tengah, Amerika Selatan, Eropa hingga Timur Tengah.
"Dengan menggandeng lebih banyak supplier, diharapkan semakin memperkokoh posisi Perseroan sebagai salah satu importir buah-buahan terbesar dan terlengkap di Indonesia," ujar Renny.
Bagikan
Investor
7 bulan yang lalu