PJB dan Pemkab Sidoarjo Kirim 160 Ton BBJP untuk Bahan Bakar Cofiring

Asih - Rabu, 13 Juli 2022 20:10 WIB
Pengiriman Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) oleh PJB dan Pemkab Sidoarjo.

SIDOARJO | halojatim.com - PT Pembangkitan Jawa-Bali (PJB) bersama Pemerintah Kabupaten Sidoarjo mengirimkan Bahan Bakar Jumputan Padat (BBJP) pertama sebanyak 160 ton, Rabu (13/7/2022).

BBJP itu akan digunakan sebagai bahan bakar cofiring di PLTU Tanjung Awar-Awar dan PLTU Paiton. BBJP tersebut dapat digunakan bahan bakar pengganti batu bakar dalam cofiring sebesar 3 persen.

Pelaksanaan acara tersebut menjadi bukti nyata PJB yang semakin serius untuk mewujudkan target bauran Energi Baru Terbarukan (EBT) sebesar 23 persen pada 2025 melalui teknologi cofiring pada Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU).

Direktur Operasi 2 PT PJB, Rachmanoe Indarto menyampaikan bahwa sinergi pengelolaan sampah menjadi bahan bakar (waste to fuel) antara PJB dengan Pemkab dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Sidoarjo telah diinisiasi sejak awal tahun 2022. Hal ini membuktikan dengan sinergi antara PJB dan pemerintah daerah mampu mengolah sampah residu menjadi bahan bakar alternatif di PLTU.

Baca Juga :

“Kami (PT PJB) mendorong tercapainya bauran EBT sebesar 23% di tahun 2025. Salah satu upaya kami adalah pemanfaatan biomassa menjadi bahan bakar cofiring sejak tahun 2017. Terima kasih saya ucapkan kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo atas sinergi yang baik ini. Melalui sinergi ini juga akan dapat mengatasi permasalahan sampah di Sidoarjo,” ungkap Rachmanoe.

Guna memperoleh pasokan BBJP, PT PJB menjalin kerja sama dengan sejumlah pemerintah daerah diantaranya dengan Pemerintah Kabupaten Sidoarjo, Pemerintah Kabupaten Tuban dan Pemerintah Kabupaten Indramayu.

Kerja sama tersebut telah direalisasikan melalui penandatanganan nota kesepakatan bersama DLH Kabupaten Indramayu dan Bupati Tuban pada Kamis (30/6/2022) di dua lokasi yakni Seminar Bioenergi Pencapaian _Sustainablity_ Pasokan Bahan Bakar Cofiring dan Pembangkit Bioenergi PLN di Bali dan Peringatan Puncak Hari Lingkungan Hidup di Tuban.

PJB selama ini telah melakukan riset dan pengujian keamanan pemanfaatan BBJP di PLTU, mitigasi resiko telah dipetakan dan selanjutnya akan siap sebagai _offtaker_ BBJP produksi DLH Sidoarjo. Hal ini adalah bentuk komitmen PLN Group dalam membantu mengatasi problematika sampah, mendukung lingkungan bersih dan sehat serta mendorong terjemahan konsep waste to fuel into reality.

Secara umum untuk cofiring BBJP 1 persen di PLTU Tanjung Awar-Awar dengan kapasitas 2 x 350MW dengan konsumsi batubara mencapai 8000 ton/hari akan mampu menyerap sekitar 80 ton/hari. PJB berharap proses pengolahan sampah menjadi BBJP bisa berjalan dengan baik, sehingga kontinuitas pasokan bisa berjalan lancar dan memberikan solusi dalam energi bersih di masa depan.

DLH Sidoarjo menyampaikan adapun bahan bakar jumputan padat ini berasal dari limbah atau sampah yang telah melalui proses pemilahan dan sredding menjadi ukuran butiran kecil yang dapat digunakan sebagai pengganti bahan bakar fosil. TPA Jabon Sidoarjo sangat berpotensi untuk memasok BBJP dengan kedatangan sampah 300 ton/hari serta tersedianya fasilitas pengolahan sampah yang mencapai 35 ton/hari.

Kepala DLH Kabupaten Sidoarjo, Moh. Bahrul Amig menyampaikan sesuai dengan UU No. 9 Tahun 2015, Pemerintah Daerah dapat mengadakan kerja sama yang didasarkan pada pertimbangan efisiensi dan efektivitas pelayanan publik serta saling menguntungkan.

“Saya ingin Sidoarjo menjadi kota pertama yang menuntaskan sampah. Kerja sama dengan PJB yang akan merubah sampah menjadi barang yang memiliki nilai manfaat (menjadi bahan bakar PLTU) akan menjadi salah satu langkaf solutif mewujudkan hal tersebut,” ujar Bahrul Amig.

Pengelolaan yang telah dilakukan sejauh ini berupa pemanfaatan kembali sampah, pendaur ulang sampah, pengolahan sampah menjadi bahan baku pakan ternak dan kompos, serta dimanfaatkan menjadi sumber energi.

Dengan upaya itu, PJB bisa mewujudkan dua tujuan, yakni mengelola sampah kota serta menciptakan listrik berbasis energi bersih dan sumber daya domestik untuk mengejar target karbon netral pada 2060," katanya.

Editor: Asih

RELATED NEWS