PCU Menata Ulang Pasar Burung Dolly dan Koridor Gang Dolly
SURABAYA | halojatim.com - Empat puluh mahasiswa dari Architecture dan Civil Engineering bersama dosen PCU (Petra Christian University) menggelar Pengabdian Masyarakat (pengemas) di kawasan Dolly.
Mereka melakukan penataan ulang Psar Burung Dolly dan mendesain ulang penataan koridor Gang Dolly.
Saling peduli merajut masa depan yang lebih baik bagi semua, lewat langkah-langkah kecil yang nyata bersama masyarakat.
Mahasiswa dan dosen PCU saling kolaborasi memamerkan hasil karyanya di Kawasan Dolly pada kegiatan bertajuk “Diseminasi dan Pameran Karya Desain Dolly Saiki” pada Sabtu (17/6/2023) di Pasar Burung Dolly.
BACA JUGA :
- https://halojatim.com/read/siap-siap-berikut-jadwal-ppdb-online-untuk-sd-di-tuban-dimulai-dari-tanggal-ini
- https://halojatim.com/read/chef-fiki-ajak-emak-emak-masak-menu-andalan-idul-adha
- https://halojatim.com/read/kabar-gembira-insentif-untuk-para-guru-paud-bakal-naik-sampai-50-persen
Kegiatan ini merupakan bagian dari Mata Kuliah Service Learning (Kuliah Kerja Pelayanan). Mahasiswa yang ikut dari kelas C dan D.
"Kami mencoba mengenali kendala dan potensi yang ada di Jalan Kupang Gunung Timur 1, yaitu melalui usulan desain arsitektur atau interior pada salah satu bangunan eksisting yang mati suri di jalan tersebut," ujar Elvina S. Wijaya, selaku koordinator acara pameran ini.
Para mahasiswa menghasilkan maket kawasan Dolly Saiki dan gambar arsitektur dengan metode visualisasi 3D melalui VR (virtual reality), sehingga diharapkan dengan mudah masyarakat awam Dolly dapat memahami perkembangan di masa depan.
Maket ini dihasilkan dengan skala 1:250 sehingga dapat dengan jelas menunjukkan rumah per rumah yang ada di kawasan Dolly, dan visualisasi VR melalui aplikasi di handphone, 3D panoramic view serta google 3D.
Sebelumnya lokasi pasar Burung Dolly meski sudah direnovasi masih sepi dan tidak menarik perhatian, maka dari itu salah satu yang dilakukan para mahasiswa ini coba mengembangkan pariwisata digitalnya, membangun koridor jalannya hingga menambahkan QR code agar mudah diakses oleh siapapun di zaman seperti ini.
Selama satu semester, sejak Februari 2023 para mahasiswa dan dosen dalam MK ini berproses lewat kunjungan lapangan, pertemuan dengan masyarakat dan sharing dari pihak Pemerintah Kota (Pemkot).
Salah satunya dengan Retno Hastijanti, Ketua Tim Ahli Cagar Budaya Pemerintah Kota Surabaya. Kemudian untuk review desain internal maupun eksternal berkoordinasi dengan praktisi Arsitek yaitu Hermawan Dasmanto dari ARA Studio.
