Iluh Art Group Gelar Pameran, Tampilkan soal Kasih Sayang hingga Keberanian Perempuan
Halojatim.com- Simbol-simbol pada wanita yang melambangkan kecantikan, kekuatan, kepercayaan diri, kasih sayang, keberanian, dan kehangatan akan ditampilkan dalam pameran Iluh Art Group.
Iluh Art Group, ruang kolaborasi seniman perempuan, akan menggelar pameran dan pertunjukan seni perempuan yang kedua.
Pameran bertajuk Gincu ini akan diselenggarakan di TAT Art Space Jalan Imam Bonjol Gang Rahayu Denpasar. Gincu atau 'lipstik' menggambarkan simbol-simbol pada wanita yang melambangkan kecantikan, kekuatan, kepercayaan diri, kasih sayang, keberanian, dan kehangatan.
- Pemudik yang Menyeberang ke Madura Disediakan Parkir Gratis di Pelabuhan Jangkar
- Kecewanya Pelatih Arema FC Usai Gagal Lesatkan Penalti di Detik Akhir vs Persebaya
Simbol-simbol ini akan ditampilkan dalam bentuk karya seni yang berbeda.
Merayakan perempuan, Iluh Art Group mengangkat #EmpowerYourVirtues sebagai tagline untuk menekankan perempuan dengan segala kelebihan, bakat dan keunikannya, dari kontribusi biasa hingga luar biasa.
Pameran akan berlangsung dari Jumat14 April hingga Jumat, 5 Mei, menampilkan karya seniman Bali yang berbakat yaitu: Ketut Efrata, Anak Agung Evy Novita, Sarita Ibnoe, Novi Sumariani, Jasmine Okubo, Mira El Amir, Dyah Ayu Wulandari, Nancy Ng dan Luh Pande Sandat Wangi.
Pameran ini akan merayakan dan mempromosikan wanita dengan hal-hal biasa bawaan mereka tetapi mampu menginspirasi orang lain dengan dampak luar biasa melalui cara mereka atau kebajikan mereka.
Selain pameran dan pertunjukan seni, acara ini juga diisi dengan rangkaian acara dan kegiatan sharing atau belajar bersama melalui workshop yang dipimpin oleh seniman perempuan.
Pameran pembukaan Gincu akan dipimpin oleh Robin Lim, seorang bidan yang dianugerahi 'Hero of the Year' oleh CNN pada tahun 2011 dan pendiri Yayasan Bumi Sehat.
Tujuan dari pameran ini dapat diklasifikasikan menjadi tiga hal utama. Bagi peserta pameran, pameran ini merupakan bentuk apresiasi diri dengan berekspresi dan menuangkan kreativitasnya dengan penuh semangat dalam menciptakan karya seni.
Bagi perempuan, pameran ini merupakan wadah untuk memberikan perspektif dan pendekatan positif terhadap diri mereka sebagai perempuan.
Terakhir, bagi masyarakat umum adalah untuk membawa kesadaran dan pemahaman yang lebih mendalam tentang peran, isu, dan prestasi perempuan.
Pameran ini tidak dikenakan biaya masuk, dan semua orang dipersilakan untuk datang.
Salah satu perwakilan seniman ILUH, Dyah Ayu Wulandari mengatakan dengan adanya pameran ini dia ingin citra perempuan bukan lagi sebagai kaum yang termarjinalkan.
“Tetapi sebagai ciptaan yang kuat, tangguh, dengan segala kondratnya. Kodrat tidak menjadikan perempuan itu lemah, tapi karena memang begitu adanya,” ujar perempuan yang dalam darahnya mengalir darah Madiun, Jawa Timur, dari sang bapak, dan Bali dari ibu. ***
