stres
Kamis, 20 Oktober 2022 20:14 WIB
Penulis:Asih
Editor:Asih

SURABAYA | halojatim.com - Pekerjaan rumah (PR) menjadi beban tersendiri buat siswa dan orang tua.
Banyak siswa yang rela tidak bersekolah karena takut dimarahi guru belum mengerjakan PR-nya.
Bahkan karena adanya beban PR dari sekolah, membuat siswa tidak bisa bermain sepulang sekolah. Bahkan ada banyak yang tidak bisa mengaji dan datang ke madrasah diniyah (madin).
BACA JUGA :
Karena itu, Dinas Pendidikan (Dispendik) Surabaya akan menghapus PR bagi siswa sekolah dasar (SD) dan sekolah menengah pertama (SMP) mulai 10 November 2022 mendatang.
Penghapusan itu agar siswa-siswi memiliki waktu lebih untuk bersosialisasi di lingkungan tempat tinggalnya.
Kepala Dispendik Surabaya, Yusuf Masruh mengatakan, penghapusan PR itu karena adanya rencana pengurangan jam belajar di sekolah.
Pembelajaran di sekolah yang semula berakhir pukul 14.00 dibatasi hingga pukul 12.00. Dua jam sisanya bisa digunakan untuk kegiatan ekstra. " Itu untuk pengembangan karakter siswa,” ujar Yusuf, Kamis (20/10/2022).
Ditegaskan Yusuf, dengan kebijakan ini, semua guru harus menuntaskan pembelanaran di kelas selama jam pelajaran. Di rumah, siswa hanya mengulamg apa yang sudah diajarkan guru.
Bagikan