KLOTER PERTAMA EMBARKASI SURABAYA BERANGKAT 4 JUNI

Kamis, 26 Mei 2022 20:10 WIB

Penulis:Andri

A-EMBARKASI SURABAYA.jpg
Pengukuhan PPIH dipimpin oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan disaksikan oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama RI Hilman Latief.

SURABAYA I halojatim.com - Calon jamaah haji (CJH) dari Embarkasi Surabaya segera berangkat. Rencananya, kelompok terbang (kloter) pertama berangkat ke Arab Saudi pada Sabtu, 4 Juni 2022.

“Kloter pertama masuk Asrama Haji sehari sebelumnya, 3 Juni 2022. Kemudian 4 Juni terbang,” kata  Kepala Wilayah Kementerian Agama Provinsi Jawa Timur Husnul Maram.

Ia mengatakan total terdapat 38 kloter, yang kelompok pertama dijadwalkan berasal dari jamaah calon haji asal Tuban. Berikutnya, kloter terakhir Embarkasi Surabaya akan berangkat ke Arab Saudi pada 2 Juli 2022.

Sedangkan, untuk kedatangan jamaah haji dijadwalkan kloter pertama tiba pada 15 Juli 2022 dan kloter terakhir masuk Asrama Haji pada 14 Agustus 2022.

Husnul Maram juga mengatakan bahwa di Embarkasi Surabaya total sebanyak 16.967 orang calon haji yang berasal dari 38 kabupaten/kota se-Jatim, ditambah asal Bali, Nusa Tenggara Timur, Palembang serta petugas kloter. Rinciannya, dari seluruh kabupaten/kota se-Jatim sebanyak 16.087 orang, dari Bali 318 orang, NTT 291 orang, Palembang 119 orang, serta petugas kloter 152 orang.

Ia mengatakan  seluruh proses ibadah haji mulai keberangkatan ke Tanah Suci hingga kedatangan di Tanah Air para jamaah berjalan lancar dan tertib. “Harapan kami semua berjalan dan dimudahkan Allah SWT,” kata dia.

Sementara itu, para PPIH Embarkasi Surabaya yang dikukuhkan berasal dari perwakilan sejumlah pihak terkait, antara lain Pemprov Jatim, Kanwil Kemenag Jatim, Kanwil Kemenkumham Jatim, Polrestabes Surabaya, Bea Cukai, Dinas Kesehatan dan sejumlah unsur lainnya. Proses pengukuhan PPIH dipimpin oleh Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan disaksikan oleh Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umroh (PHU) Kementerian Agama RI Hilman Latief. (*)