Gunakan Kembali GBT, Persebaya Harus Izin KemenPUPR

Jumat, 31 Maret 2023 13:08 WIB

Penulis:Asih

Editor:Asih

Persebaya.jpeg
Persebaya masih harus izin ke KemenPUPR untuk bisa bermain di GBT.

SURABAYA | halojatim.com - Manajer Persebaya Yahya Alkatiri berterimakasih pada  Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi yang mengizinkan Gelora Bung Tomo (GBT) bisa dipakai lagi oleh Persebaya setelah gagalnya Piala Dunia  U-23 digelar di Indonesia. 

“Tentu kami ingin kembali lagi ke homebase. Kami akan berupaya semaksimal mungkin bisa berkandang lagi di GBT di sisa musim ini. Semoga ada jalan,” kata Yahya. 

Namun informasi yang didapat Persebaya, hingga kemarin izin penggunaan GBT masih di bawah Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan belum diserahkan kembali ke Pemkot Surabaya sebagai pemilik aset.  

“Itu sejak November, informasi yang kami dapat izinnya masih di PUPR. Semoga bisa segera dikembalikan ke Pemkot Surabaya,” ujar Yahya. 
BACA JUGA


Persebaya sendiri masih menyisakan dua laga home. Dua-duanya berstatus big match. Lawan Persija (5 April 2023) dan Arema FC (11 April 2023). Dengan status big match tentu tingkat kerawanannya juga sangat tinggi. 

Yahya mengatakan, selain terkendala status GBT yang belum diserahkan ke Pemkot juga ada persoalan aturan keamanan yang tertuang di Peraturan Kepala Kepolisian (Perpol) 10 / 2022. Peraturan baru itu dikeluarkan pasca terjadinya insiden kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, 1 Oktober 2022, yang menyebabkan tewasnya 135 orang. 

Dalam Perpol 10 / 2022 pasal 12 ayat (8) di bagian perizinan disebutkan bahwa  permohonan izin penyelenggaraan Kompetisi Olahraga berskala nasional sebagaimana dimaksud pada ayat (1) huruf a dilaksanakan paling lambat 21 (dua puluh satu) hari kerja sebelum pelaksanaan Kompetisi Olahraga. 

Pertandingan lawan Persija sudah dijadwalkan pada 5 April 2023. Artinya jika dihitung sejak Kamis 30 Maret 2023 hanya tersisa 6 hari untuk mengurus izin menggelar pertandingan di GBT. Sudah tidak memenuhi persyaratan dalam Perpol 10 / 2022. 

Sehingga diperkirakan tidak mungkin lawan Persija bisa digelar di homebase meskipun mungkin besok pengelolaan GBT dikembalikan ke Pemkot Surabaya. "Sebab ada aturan di perpol tersebut,” jelas Yahya. 

Sehingga pertandingan lawan Persija hanya bisa dilakukan di stadion Gelora Joko Samudro (Gejos), Gresik. Izin pun kabarnya sudah turun dari Polda Jatim dan Polres Gresik. 

Yang masih ada peluang adalah menggelar pertandingan lawan Arema FC di GBT. Itu pun dengan catatan pengelolaan GBT sudah dikembalikan ke Pemkot. Persebaya kabarnya telah melakukan antisipasi jauh hari dengan mengurus izin penyelenggaraan pertandingan lawan Arema FC di Gejos. Namun izin itu belum didapat sampai saat ini.  

Opsi terakhir, laga big match yang di putaran pertama menyebabkan terjadinya Tragedi Kanjuruhan itu digelar di stadion PTIK Jakarta. “Tapi kami sangat berharap lawan Arema FC tetap bisa main di GBT,” ujar Yahya.