COVID-19 Varian Baru Jangkiti Banyak Negara, Bagaimana Indonesia?

Minggu, 24 Desember 2023 12:33 WIB

Penulis:ifta

Varian Virus HIV Baru Kini Ditemukan di Belanda, Disebut Lebih Menular dan Parah
Varian Virus HIV Baru Kini Ditemukan di Belanda, Disebut Lebih Menular dan Parah

JAKARTA, Halojatim.com - Ada varian baru Covid-19 yang kini tengah berkembang di nerbagai negara.

Sejumlah negara telah mengkonfirmasi vidus varian baru covid ini, seperti  India, Tiongkok, Inggris, dan Amerika Serikat.

Dalam kasus ini Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah mengklasifikasikan varian baru dari virus corona, yaitu varian JN.1, sebagai "varian menarik" karena tingkat penyebarannya yang cepat. 

WHO menyatakan bahwa risiko kesehatan yang ditimbulkan virus ini bagi masyarakat masih dianggap rendah, disisi lain vaksin yang sudah ada dianggap masih memberikan perlindungan yang signifikan.

Dilansir BBC Internasional, Menurut WHO mengungkap, varian JN.1 menarik perhatian kalangan saat ini karena kekhawatiran dapat menimbulkan efek pandemi baru. Terutama potensi peningkatan jumlah kasus Covid-19 dan infeksi lainnya selama musim dingin di beberapa negara.

Selain lonjakan kasus Covid-19, terjadi peningkatan virus pernapasan lainnya seperti flu, virus pernapasan syncytial (RSV), dan pneumonia pada anak di belahan bumi utara.

Menurut data dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit AS, varian JN.1 diketahui menjadi varian dengan tingkat penyebaran paling cepat di Amerika Serikat. Varian ini diperkirakan mencakup kisaran sekitar 15 hingga 29% dari total kasus infeksi Covid-19 di negara tersebut.

Sementara itu, di Inggris, Badan Keamanan Kesehatan mencatat bahwa varian JN.1 berkontribusi sekitar 7% dari hasil tes positif COVID yang telah dianalisis di laboratorium. Informasi ini menjadi penting karena menunjukkan prevalensi varian ini dalam kasus Covid-19 yang terkonfirmasi.

Meskipun data ini memberikan gambaran awal, para ahli kesehatan tetap menekankan bahwa informasi terkait varian baru ini masih terus berkembang. 

Evaluasi terus dilakukan untuk memahami karakteristik khusus dari varian JN.1, termasuk dampaknya terhadap keefektifan vaksin yang telah ada.

Penelitian lanjutan diperlukan guna menyusun strategi yang tepat dalam menghadapi penyebaran varian baru ini, sambil terus memantau perkembangan dan perubahan dalam dinamika virus Covid-19.

Peningkatan jumlah kasus COVID-19 yang diiringi dengan munculnya varian baru menunjukkan perlunya kewaspadaan terus-menerus dari masyarakat, termasuk penerapan protokol kesehatan yang ketat dan ketersediaan vaksinasi yang memadai. 

Organisasi kesehatan dunia dan lembaga terkait di berbagai negara terus bekerja keras untuk memantau, menganalisis, dan memberikan informasi terkini guna menghadapi perkembangan pandemi Covid-19 yang dinamis ini. ***