Tukang Parkir di Madiun Tak Boleh Gondrong, Apalagi Mabuk Saat Bekerja
MADIUN, Halojatim.com- Para tukang parkir (jukir) dianggap sebagai wajah atau garda terdepan Madiun dalam menyambut tamu.
Karena itulah para jukir diharapkan bisa lebih profesional dalam bekerja sehingga kesan yang positif akan didapat para tamu atau wisatan di kota para pendekar ini.
Untuk memaksimalkan hal tersebut, kali ini ratusan jukir dikumpulkan dan diberikan pengarahan langsung oleh Wali Kota Madiun, Maidi.
- https://halojatim.com/read/donor-darah-eratkan-silaturahmi-antarkomunitas-di-madiun
- Petani Lumajang Keluhkan Perlakuan Petugas SPBU, Dahulukan Mobil Dibanding Pemegang Kartu Subsidi
- Banyuwangi Bakal Jadi Tuan Rumah Turnamen Selancar Terbesar di Dunia, Catat Jadwalnya
Ia turun langsung memberikan pengarahan kepada jukir tersebut di Dinas Perhubungan Kota Madiun, Kamis (24/2).
’Mereka kan penerima tamunya Kota Madiun. Mereka ini garda terdepan kita, orang yang pertama kali melayani tamu yang datang. Pelayanan harus baik,’’ kata wali kota dilansir dari laman resmi pemkot, madiunkota.go.id.
Hal itu penting mengingat Kota Madiun merupakan kota jujukan wisatawan.
Berbagai perubahan fisik Kota Pendekar secara tidak langsung meningkatkan wisatawan.
Karenanya, wali kota berharap tamu yang datang ini tidak meninggalkan kesan buruk.
Hal itu harus dimulai dari pelayanan yang paling depan, yakni, pelayanan dalam jasa parkir.
‘’Kita beri pembinaan. Melayani harus santun. Rapi, yang rambutnya gondrong ya baiknya dipotong. Melayani jangan dalam kondisi mabuk dan yang paling penting harus sesuai aturan,’’ tegas walikota.
Terdapat tiga hal yang menjadi perhatian dalam perbaikan pelayanan jasa parkir ini, yakni, penarikan tarif sesuai aturan, melayani dengan sopan, dan tidak hanya ada di lokasi pada saat pemilik kendaraan hendak pergi.
Ketiga hal tersebut memang cukup banyak dikomplain masyarakat. Karenanya, walikota menegaskan untuk semakin diperbaiki ke depan.
‘’Kita sangat butuh mereka. Karenanya, keberadaan mereka harus kita hormati, kita hargai. Tetapi harus ingat bahwa kota kita ini kota go nasional bahkan internasional. Pelayanan mereka juga harus terus ditingkatkan,’’ ungkapnya sembari menyebut mereka merupakan jukir wisata ke depan.
Kepala Dinas Perhubungan Kota Madiun Harum Kusumawati menyebut terdapat 240 jukir yang mengikuti pembinaan.
Pembinaan dilakukan sekaligus pengenalan dengan pengelola jukir yang baru. PT Global Parkir Nusantara yang menjadi pengelola layanan parkir tepi jalan di Kota Madiun.
Pengelolaan dimulai 1 Maret 2022 sampai 28 Februari 2024 mendatang. Dari pengelolaan tersebut Pemerintah Kota Madiun bakal mendapatkan retribusi sebesar Rp 3,24 miliar di tahun pertama. Jumlahnya bakal meningkat lima persen di tahun kedua. (*)