Tidak Kabur, Driver Ojol Suspect Corona Batam Masih Dikarantina Sejak 3 Maret

Asih - Minggu, 08 Maret 2020 06:03 WIB
Virus Corona. undefined

Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Batam, Kepulauan Riau (Kepri) mengarantina atau mengobervasi dua orang driver ojek online yang telah melakukan kontak dekat dengan asisten rumah tangga dari warga negara (WN) Singapura yang terinfeksi virus corona (COVID-19).

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kepri Tjetjep Yudiana dalam konferensi pers yang digelar di Kantor KKP Klas I Batam, Senin (2/3/2020) mengatakan dua driver ojol itu sempat kontak langsung dengan CSS yang juga closed contact dengan VP. “Ia masuk dalam cluster ketiga yang kita telusuri,” kata Tjetjep.

Dua driver ojol itu masih dalam pengawasan tersebut telah dioservasi di Batam. Kepala Dinkes Kota Batam, Didi Kusmarjadi mengapresiasi langkah Gojek yang tanggap dan kooperatif dalam membantu menghubungi mitra yang diduga telah melakukan kontak dengan asisten rumah tangga tersebut.

"Dari Gojek (mitra driver-nya). Pihak Gojek telah kooperatif dengan membantu kami menghubungi dua driver-nya yang telah melakukan kontak langsung dengan asisten rumah tangga WN Singapura yang terinfeksi," ujar Didi saat dihubungi wartawan, Jumat (6/3/2020).

Didi juga membantah kabar hoax bahwa driver ojol yang dalam pengawasan kabur dari lokasi observasi. Kedua driver ojol hanya tidak masuk observasi secara serentak, satu driver ojol sudah diobservasi sejak Selasa (3/3/2020) dan satu driver lagi baru dijemput Jumat (6/3/2020). Penjemputan dilakukan Dinas Kesehatan Kota Batam karena mitra tersebut tidak mengetahui dirinya masuk dalam daftar pengawasan.

“Driver ojol yang satunya sudah masuk dari kemarin (Selasa 3 Maret, red), sedangkan yang satu lagi sudah masuk juga, dijemput hari ini (Jumat 6 Maret,red),” kata Didi.

Menurut Didi, kedua driver tersebut memang sempat melakukan kontak dengan asisten rumah tangga dari salah seorang pasien yang positif terjangkit virus corona berinisial CSS. Pasien itu merupakan WN Singapura berinisial VP yang kini sedang dirawat di negaranya. Kasus VP merupakan yang ke-103 di Singapura yang memiliki riwayat perjalanan ke Batam.

Bagikan

RELATED NEWS