Temuan Obat Covid-19 Temuan Unair yang Pertama di Dunia

Asih - Senin, 17 Agustus 2020 02:39 WIB
Jumpa pers temuan obat di Mabes TNI AD, Jakarta, Sabtu (15/8/2020). undefined

JAKARTA-Tim Gabungan percepatan penanganan Covid-19 yang terdiri dari Universitas Airlangga, Badan Intelijen Negara, TNI Angkatan Darat dan Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) secara resmi memperkenalkan obat Covid-19 temuan mereka. Hal itu mereka sampaikan dalam konferensi pers di Mabes TNI AD Jakarta, Sabtu (15/8/2020).

Rektor Universitas Airlangga Prof Mohammad Nasih meminta semua pihak mendukung agar obat kombinasi Covid-19 temuan tim gabungan ini agarbisa segera mendapatkan izin produksi dan izin edar. Ia mengklaim obat ini bakal menjadi obat Covid-19 pertama di dunia.

Nasih menjelaskan, meski obat ini berasal dari kombinasi berbagai macam obat, namun BPOM menganggapnya sebagai sesuatu yang baru. “Tentu karena ini akan menjadi obat baru maka diharapkan ini akan menjadi obat Covid-19 pertama di dunia,” katanya.

Nasih meminta TNI, Polri, BIN, Ikatan Dokter Indonesia, Ikatan Apoteker Indonesia, Kimia Farma dan Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional mau membuang ego sektoral mereka.

“Karena menurut hemat kami, yang selama ini menghambat proses sehingga ada obat asli Indonesia itu adalah adanya ego sektoral. Ini yang selama ini menyebabkan prosesnya panjang,” tuturnya.

Nasih menuturkan di banyak negara berbagai macam obat tunggal sudah diberikan pada pasien Covid-19. Obat-obat inilah yang pihaknya jadikan rujukan. Ada tiga kombinasi obat yang dihasilkan Unair dan telah mengikuti uji klinis.

Pertama, Lopinavir/Ritonavir dan Azithromycin. Kedua, Lopinavir/Ritonavir dan Doxycycline. Ketiga, Hydrochloroquine dan Azithromyci. “Ternyata setelah kami kombinasikan daya penyembuhannya meningkat dengan sangat tajam dan baik. Untuk kombinasi tertentu itu sampai 98 persen efektivitasnya,” pungkasnya.

Bagikan

RELATED NEWS