SURABAYA ALAMI INFLASI TERENDAH

Andri - Jumat, 02 Oktober 2020 04:53 WIB
Pasar Keputran yang menjadi salah satu urat nadi perekonomian di Surabaya undefined

Jawa Timur mengalami deasi sebesar 0,15 persen. Ini karena penurunan harga yang ditunjukkan oleh turunnya sebagian indeks kelompok pengeluaran, yaitu dari 104,12 poin pada Agustus menjadi 103,96 poin pada September 2020.

Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur Dadang Hardiwan dalam keterangan pers virtualnya di Surabaya, mengatakan indeks kelompok pengeluaran yang turun masing-masing makanan, minuman dan tembakau yang mengalami penurunan sebesar 0,44 persen, kesehatan sebesar 0,04 persen, transportasi sebesar 0,61 persen, dan informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,02 persen.

"Beberapa komoditas yang juga mengalami penurunan harga pada September 2020 antara lain angkutan udara, telur ayam ras, daging ayam ras, tarif kereta api, emas perhiasan, melon, cabai rawit, semangka, jeruk, dan tomat,” kata Dadang.

Kelompok yang mengalami inasi yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,02 persen, kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,26 persen, kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,09 persen.

Selanjutnya, kelompok pendidikan sebesar 0,08 persen, kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,05 persen, dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,03 persen. Sementara itu kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga tdak mengalami perubahan.

Ia mencatat dari delapan kota Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur, tujuh kota mengalami deasi dan satu kota mengalami inasi, dengan deasi tertinggi ada di Probolinggo sebesar 0,35 persen. Kemudian, diikuti Surabaya sebesar 0,18 persen, Banyuwangi sebesar 0,17 persen, Sumenep sebesar 0,12 persen, Malang sebesar 0,05 persen, Madiun sebesar 0,02 persen, dan Jember sebesar 0,01 persen.

"Kota yang mengalami inflasi yaitu Kediri sebesar 0,15 persen," kata Dadang.

Jika dibandingkan tingkat inflasi tahun kalender (Januari - September) 2020 di 8 kota IHK Jawa Timur, Kediri dan Jember merupakan kota dengan inflasi tahun kalender tertinggi yaitu mencapai 1,26 persen.Kota yang mengalami inflasi tahun kalender terendah adalah Surabaya sebesar 0,64 persen.

Bagikan

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌