SUDAH UJI COBAKAN SEKOLAH TATAP MUKA

Andri - Rabu, 19 Agustus 2020 07:35 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa mengunjungi sekolah tatap muka di Probolinggo undefined

Pemprov Jatim mulai uji coba pembelajaran tatap muka untuk siswa SMK, SMA, dan SLB. Uji coba yang dimulai Selasa (18/8/2020). Kegiata itu rencananya dilangsungkan selama dua pekan ke depan, untuk selanjutnya dievaluasi.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan, uji coba pembelajaran tatap muka dilakukan dengan penerapan protokol kesehatan ketat. "Ini belajar mengajar tatap muka secara langsung, secara bertahap. Uji coba secara bertahap," kata Khofifah saat meninjau proses pembelajaran di SMK Negeri 2 Kota Probolinggo.

Khofifah menyatakan, Probolinggo menjadi salah satu daerah yang melangsungkan uji coba pembelajaran tatap muka, meskipun masih masuk zona orange Covid-19. Jumlah siswa yang boleh mengikuti pembelajaran tatap muka pun dibatasi. Hanya 25 persen dari total siswa per kelas. Sedangkan untuk daerah yang masuk zona kuning Covid-19, pembelajaran tatap muka boleh diikuti 50 persen dari total siswa per kelasnya.

"Tadi yang kita lihat, kelas-kelas yang biasanya untuk 36 siswa. Hari ini hanya untuk 9 siswa," kata Khofifah.

Khofifah mengatakan, setiap harinya, siswa yang masuk tidak sama. Artinya, setiap siswa yang mendapat izin dari orang tua untuk mengikuti pembelajaran tatap muka, akan bergantian masuk kelas.
Jika dirata-ratakan, kata Khofifah, setiap siswa di Kota Probolinggo mendapat jatah pembelajaran tatap muka dua kali dalam dua pekan masa uji coba. "Inilah yang disebut uji coba belajar mengajar tatap muka langsung secara bertahap. Masuknya ada yang jam 07.00, 07.15 dan 07.30 WIB. Ada cek poin di depan yang suhu tubuhnya 37,3 diminta kembali pulang," kata dia.

Khofifah mengatakan lagi, untuk melangsungkan uji coba pembelajaran tatap muka, harus ada persetujuan dari bupati/ wali kota dan juga gugus tugas percepatan penanganan Covid-19. Dia pun mengatakan, untuk wilayah berstatus zona merah atau memiliki risiko penularan Covid-19 tinggi, belum akan dilakukan pembelajaran tatap muka.

Bagikan

RELATED NEWS