SPAM Umbulan Pasuruan Bisa Dimanfaatkan 1,3 Juta Warga di Lima Daerah

Asih - Selasa, 23 Maret 2021 17:32 WIB
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, mendampingi Presiden RI, Joko widodo, meresmikan Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Senin (22/3/2021).  undefined
Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) Umbulan di Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, diresmkkan Presiden Jokowi, Senin (22/3/2021). SPAM Umbulan ini nantinya bisa dimanfaatkan oleh 1,3 juta warga di lima wilayah, yakni Kabupaten Pasuruan, Kota Pasuruan, Kabupaten Sidoarjo, Kota Surabaya dan Kabupaten Gresik.Proyek ini bisa memproduksi maksimal 4 ribu liter per detik untuk suplai ke sekitar 260 sambungan rumah.
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa yang mendampingi Presiden Jokowi berharap, bisa memberikan kehidupan masyarakat yang lebih baik, dengan mengkonsumsi air yg baik, berkualitas dan bersih. "Diharapkan, proses yang sudah rencanakan, yakni tahun 2024 seluruh suplai air bersih sudah bisa diselesaikan," tuturnya.
Untuk saat ini, kata Khofifah, juga sedang dipersiapkan SPAM regional di beberapa titik yang lain, termasuk di dalamnya adalah di wilayah Pantura, Jawa Timur Bagian Tengah dan juga Kepulauan Madura.
Ia juga berharap, SPAM Regional Umbulan Pasuruan yang merupakan bagian dari proyek Kerjasama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) ini bisa menjadi bagian dari inisiasi bagaimana Public Private Partnership (PPP) di Indonesia terutama di sektor SPAM bisa menjadi bagian dari referensi proses percepatan pembangunan terutama di sektor air.
Sementara itu, Presiden Jokowi dalam sambutannya menyampaikan bahwa SPAM Umbulan yang telah lama dikerjakan, tepat pada hari ini akhirnya selesai dan dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar.
“Ini air dari sini, air yang keadaaannya sudah bersih, langsung bisa dimanfaatkan tidak pakai pengolahan yang rumit rumit,” ujar Presiden. Hadirnya SPAM ini juga semakin memudahkan masyarakat dalam mengakses air minum. Pengelolaannya, kata Jokowi, juga mudah. Apalagi, dengan kemampuannya bisa memuat 4.000 liter per detik, meski yang berjalan baru 80 persen.
"Tadi saya tanyakan di lapangan yang baru berjalan itu 900 artinya masih ada 80 persen yang harus diselesaikan dari pipa utama sampai masuk ke pipa di rumah tangga. Ini pekerjaan besar ada di situ," tambahnya.
Jokowi pun meminta para pejabat di daerah bisa memutuskannya. Artinya, siapa yang menjadi pihak yang bertanggung jawab dalam penyelesaian SPAM tersebut secara menyeluruh.
Dikatakannya, penyelesaian proyek ini telah menghabiskan anggaran yang cukup besar sekitar Rp 2.056.000.000.000 dari proyek KPBU. "Jangan sampai proyek besar jadi pipa utama besar tapi untuk masuk ke rumah tangga terkendala karena siapa yang bertanggung jawab tidak jelas. Apakah PDAM kota dan kabupaten atau PDAM di tingkat provinsi atau Menteri PU," jelasnya.
Bagikan

RELATED NEWS