Sepanjang 2019, Bluebird Kembalikan 15.884 Barang Penumpang yang Tertinggal

Asih - Sabtu, 22 Februari 2020 05:15 WIB
Pengemudi Bluebird dituntut untuk berkomitmen melayani penumpang sebaik-baiknya. undefined

Bluebird Group mengaku sepanjang 2019 lalu berhasil mengembalikan 15.884 barang penumpang yang tertinggal di armada atau kendaraan perusahaan transportasi yang berdiri sejak 1972 itu. Dalam rilisnya, Jumat (21/2/2020) Amelia Nasution, Direktur Marketing PT Blue Bird Tbk mengatakan pengembalian barang-barang itu merupakan sebuah prestasi. Karena bagi Bluebird, hal itu bagian dari komitmen untuk memberikan pelayanan yang prima.

“Bluebird selalu menempatkan nilai integritas serta kejujuran sebagai sebuah faktor penting yang harus dimiliki oleh masing-masing individu di keluarga besar Bluebird Group, termasuk para pengemudi. Kejujuran menjadi salah satu nilai yang selalu dipegang teguh oleh para pengemudi Bluebird Group sehingga penumpang dapat #lebihtenang ketika melakukan perjalanan bersama kami,” ujarnya.

Dikatakan Amelia barang-barang yang dikembalikan itu kebanyakan barang berharga penumpang seperti laptop, dompet, smartphone dan dokumen penting lainnya seperti paspor.

“Bluebird sangat mengapresiasi integritas dan dedikasi yang selalu dijaga oleh seluruh pengemudi Bluebird Group atas upaya mereka dalam mengembalikan barang yang tertinggal kepada para pelanggan,” tuturnya.

Amelia juga menambahkan bahwa Bluebird akan terus memberikan sosialisasi kepada pengemudi untuk mengingatkan penumpang agar melakukan pengecekan terakhir sebelum meninggalkan kendaraan guna memastikan tidak ada barang yang tertinggal.

Bagi para penumpang yang merasa memiliki barang tertinggal di armada Bluebird Group dapat langsung melaporkan detail perjalanan termasuk nomor armada yang ditumpangi ke nomor customer service Bluebird.

“Namun bagi para penumpang yang tidak mengingat nomor armada yang ditumpangi, maka dapat memberikan informasi mengenai “jam dan titik naik” untuk kemudian kami lakukan tracking ke armada Bluebird yang melakukan perjalanan dimaksud. Hal ini dapat dilakukan karena semua unit armada Bluebird Group dilengkapi dengan perangkat pelacakan posisi (GPS),” tandasnya Amelia.

Bagikan

RELATED NEWS