Satpol PP, Pecinta Alam Surabaya hingga Mahasiswa Sidoarjo Cabuti Paku yang 'Tusuk' Pohon Perindang

ifta - Sabtu, 21 Oktober 2023 08:36 WIB
Satpol PP, Pecinta Alam Surabaya hingga Mahasiswa Sidoarjo Cabuti Paku yang 'Tusuk' Pohon Perindang

Surabaya, Halojatim.com- Kolaborasi komunitas pecinta alam Super Adventure bersama mahasiswa pecinta alam di berbagai kampus di Sidoarjo serta petugas Satpol PP Surabaya menyisir jalan protokol untuk mencabuti paku yang 'menusuk' di pohon perindang.

Aksi ini mendapatkan sambutan positif dari masyarakat lantaran akibat tancapan paku-paku itu bisa membuat pohon perindang rusak dan bahkan mati.

Aksi kolaborasi ini dilangsungkan akhir pekan kemarin dengan menyisir sepanjang jalan protokol di kawasan Rungkut Asri Timur, Surabaya. Para aktivis pecinta alam ini berjalan sepanjang dua kilometer menyisir pohon-pohon yang banyak ditancapi paku.

Salahsatu komunitas yang menjadi pelopor gerakan mencabut paku di pohon perindang Kota Surabaya yakni Semanggi Alas mengatakan pemasangan spanduk, poster, serta iklan secara liar dilakukan dengan memaku pohon. Selain paku banyak juga yang mengikat dengan kawat.

"Kemarin kami bagi menjadi dua tim, kami sisir pohon-pohon di tepi jalan umum sampai dapat sekitar 4 kilogram paku, kemudian ada juga kawat," kata sekretaris Semanggi Alas, Ari Priambodo, pada Jumat (20/10).

Komunitas yang beraksi dalam kegiatan ini selain Semanggi Alas ada juga Volunteer of Humanity, Mapala Universitas NU Sidoarjo, ada juga dari Mapala STKIP Sidoarjo, kemudian Kerapala, serta dibakcp up oleh petugas Satpol PP Surabaya.

Semanggi Alas selama ini dikenal sebagai pelopor gerakan mencabut paku di Surabaya. Komunitas yang tergabung dalam Super Adventure Surabaya ini sudah melakukan kegiatan sejak 2018. Bahkan sebelum dibentuk dalam wadah komunitas, orang-orang di dalam komunitas ini sudah rutin melakukan kegiatan pencabutan paku di pohon perindang sejak tahun 2015.

Komunitas Semanggi Alas selama ini juga dikenal aktif dalam kegiatan sosial di alam. Sebelumnya mereka juga tanam pohon di berbagai hutan, seperti Bukit Krapyak Mojokerto, Pasuruan, Malang, dan wilayah perkotaan Surabaya raya. Mereka juga memperbaiki dermaga tempat singgah untuk para pendaki mengambil air untuk bekal pendakian di gunung, serta kegiatan positif lainnya terkait dengan pelestarian alam.

Mereka juga secara rutin dalam beberapa tahun terakhir ini menggelar kegiatan 'keren' seperti konser di alam yang tiketnya berupa bibit pohon buah untuk ditanam. ***

RELATED NEWS