SATPOL PP GELAR RAZIA HP MILIK PELAJAR

Andri - Minggu, 06 September 2020 20:24 WIB
Satpol PP Surabaya melakukan razia di sebuah warung kopi undefined

Pembelajaran online atau daring membuat handphone (HP) sering di tangan anak-anak. Mereka pun bebas membuka kontain yang ingin dilihat dan dibaca.

Namun, karena tak mau melenceng program itu, Pemkot Surabaya menggelar razia konten pornografi di semua wilayah. Kegiatan itu menyasar anak-anak yang nongkrong di warung kopi, kafe, restoran, taman-taman, hingga fasilitas publik lainnya.

Kepala Satpol PP Kota Surabaya Eddy Christijanto memastikan operasi dilakukan dengan cara merazia atau pengecekan handpohe para pelajar SD, SMP, dan anak-anak yang nongkrong. Ketika dalam razia itu ditemukan ada anak yang menyimpan konten pornografi, maka jajaran DP5A bersama psikolognya langsung melakukan outreach. Bahkan, jika saat itu anak tersebut tidak bersama orang tuanya, maka orang tuanya langsung dipanggil.

“Jadi, nanti ditelusuri latar belakangnya hingga tertarik menyimpan konten tersebut. Sehingga nantinya akan diketahui bagaimana proses treatmentnya. Bahkan, orang tuanya kami minta untuk mengawasi anaknya itu supaya tidak berbuat seperti itu lagi,” kata Eddy.

Operasi konten pornografi tersebut untuk menyikapi adanya kekerasan seksual anak. Baik anak-anak itu sebagai objek maupun anak-anak sebagai subjek atau pelaku. Harapannya, Pemkot dapat meminimalisir kekerasan seksual anak itu dan bisa mengembalikan marwah anak.

“Kami ingin mengembalikan marwah anak sebagai seorang anak yang ceria, anak yang bahagia, dan anak pelajar yang menuntut ilmu,” kata dia.

Eddy mengatakan , dengan adanya belajar daring menggunakan handphone itu, memang harus dipikirkan pula cara untuk mengendalikan. Terutama cara mencegahnya supaya anak-anak itu tidak membuka konten-konten terlarang seperti konten pornografi.

“Jadi jangan sampai disalahgunakan oleh mereka. Makanya kita harus melakukan pengawasan bersama-sama,” katanya.

Eddy mengakui, selama menggelar operasi, sudah ada belasan anak-anak yang terjaring. Mereka yang tidak bersama orang tuanya langsung diamankan ke Markas Satpol PP Surabaya dan orang tuanya dipanggil.

“Sementara ini sudah ada belasan anak yang kami amankan selama operasi,” kata dia.

Bagikan

RELATED NEWS