Sasar CSR Perusahaan untuk Program GN Lingkaran BPJamsostek

Asih - Minggu, 09 Februari 2020 22:00 WIB
Kepala Cabang BPJamsostek Surabaya Darmo, Guguk Heru Triyoko (kiri) bersalaman dengan Direktur Utama RS Mitra Keluarga Dian Mariana Tandela, usai penandatangan kerjasama di berbagai bidang beberapa waktu lalu. undefined

BPJS Ketenagakerjaan (BPJamsostek) memiliki program Gerakan Nasinal Perlindungan Pekerja Rentan (GN Lingkaran). Program ini adalah pengelolaan dana corporate social responsibility (CSR) perusahaan untuk membayar iuran para pekerja informal yang memiliki keterbatasan sementara pekerjaan mereka sangat berisiko tinggi terjadi kecelakaan kerja hingga kematian.

Salah satu yang mulai melakukan itu adalah BPJamsostek Cabang Surabaya Darmo yang terus gencar menjaring perusahaan-perusahaan besar yang memiliki dana sosial itu.

Salah satu perusahaan di Surabaya yang mengikuti program GN Lingkaran ini adalah PT Alpen Agungraya menjadi perusahaan pertama di 2020 yang mengikuti program GN Lingkaran ini. Perusahaan pemilik jaringan Rumah Sakit Mitra Keluarga Group ini menyalurkan dana CSR-nya untuk membantu membayarkan iuran 300 pengemudi ojek online (ojol) di Surabaya.

Direktur Alpen Agungraya, Dian Mariana Tandela mengatakan 300 pengemudi ojol itu akan dibayarkan iurannya dalam waktu tiga bulan secara bertahap.

“Bulan pertama 100 pengemudi, bulan kedua 100 dan ketiga 100. Untuk sementara kami bisa membantu 300 pengemudi. Mungkin ke depan bisa lebih dari itu,” ujar Dian.

Dikatakan Dian, program ini sangat mulia. Karena hanya menanggung iuran Rp 16.800 per orang per bulan untuk dua program kepesertaan yakni kecelakaan kerja dan kematian. Untuk sementara ini, mereka membayarkan iuran para pengemudi ojek online (ojol). “Bagi kami, pengemudi ojol ini risiko kerjanya rentan kecelakaan. Makanya kami mau ikut serta program GN Lingkaran,” ungkapnya.

Kepala Cabang BPJamsostek Surabaya Darmo, Guguk Heru Triyoko mengungkapkan program GN Lingkaran ini merupakan program yang sudah lama berjalan. Pihaknya terus mengajak dan menyosialisasikan program ini pada perusahaan-perusahaan yang memiliki dana CSR agar para pekerja rentan ini bisa ter-cover layanan BPJamsostek.

“Program ini masuk dalam pekerja bukan penerima upah (BPU). Jadinya bisa dua program kecelakaan kerja dan kematian. Yang terpenting layanan yang kami berikan penuh. Untuk kecelakaan kita tanggung seluruh biayanya asalkan sesuai indikasi medis. Sementara untuk kematian, kalau sebelumnya, hanya mendapatkan Rp 24 juta, sekarang Rp 42 juta,” jelas Guguk.

Karena itu, program ini sangat bermanfaat bagi para perusahaan-perusahaan dan juga pribadi-pribadi yang memiliki dana lebih untuk disumbangkan. “Ini seperti program amal, jadi sangat-sangat bermanfaat,” tandas Guguk.

Karena itu, kini Guguk juga mulai gencar untuk menyasar perusahaan yang selama ini menjadi anggota BPJamsostek Cabang Surabaya Darmo terutama perusahaan besar. Karena jumlahnya sangat banyak, dari 3.294 perusahaan aktif, 40 persennya adalah perusahaan besar.

Bagikan

RELATED NEWS