Realisasi Giling Tebu PTPN XI Capai 15 Persen
Pabrik Gula (PG) di bawah PT Perkebunan Nusantara (PTPN) XI, sudah mulai melakukan giling tebu sejak awal Juni 2020 lalu. Hingga pekan ini, realisasi hasil giling telah mencapai 15 persen dari target. "Targetnya tahun ini di seluruh PG dibawah PTPN XI akan giling 4 juta ton tebu. Saat ini sudah 15 persen yang digiling," kata Direktur Utama (Dirut) PTPN XI, Dwi Satriyo Annurogo.
Lebih lanjut, Dwi mengatakan, giling saat ini sudah sesuai dengan kesepakatan bersama pelaku industri gula Jawa Timur (Jatim). Juga telah difasilitasi oleh Dinas Perkebunan Provinsi Jatim, terkait penentuan awal giling, serta hasil analisa kemasakan tebu.
Selanjutnya, juga telah dilakukan lelang harga gula. Dimana gula produksi tahun 2020, dilakukan beberapa kali pelelangan dengan harga pada lelang terakhir pada kisaran 10.300 perkilogram (kg).
Dwi mengungkapkan, kendala yang ada saat ini seperti yang telah diprediksi adalah kekurangan pasokan bahan baku tebu. "Sehingga ada kompetisi dalam perolehan Bahan Baku Tebu (BBT) antar pelaku industri gula. Hal ini sangat disayangkan karena pola kemitraan dan pembinaan yang selama ini terjalin antar pabrik gula dengan petani, sudah berubah mengarah kepada transaksional," ungkap Dwi.
Tebu ditebang dan dikirim ke pabrik gula yang berani membayar lebih tinggi. Tanpa memperhitungkan tingkat kemasakan, area binaan serta jarak lahan tebang ke pabrik gula tujuan. Hal tersebut menjadikan kondisi kurang optimal, mengingat tebang belum pada waktunya, jarak tempuh untuk transportasi tebu dari lahan tebang ke pabrik gula yang terlalu jauh. "Hal itu menyebabkan turunnya kualitas tebu saat digiling dan pada akhirnya menurunkan produktivitas perolehan produk gula kristal putih," ungkap Dwi.
Permasalahan penurunan lahan tebu di Jatim, maupun secara nasional, dimana di sisi lain ada penambahan kapasitas pabrik karena berdirinya pabrik baru serta peningkatan kapasitas beberapa pabrik lama melalui program revitalisasi, perlu menjadi perhatian dari para pengambil kebijakan serta pemangku kepentingan.
"Untuk menambah lahan tebu, upaya yang sudah dilakukan PTPN XI antara lain kerjasama dengan Perhutani melalui program agroforestry kebun tebu, selain itu juga melakukan sewa lahan petani," jelas Dwi.
Pembinaan dan kemitraan dengan petani untuk menarik minat petani tetap bertanam komoditas tebu juga menjadi perhatian PTPN XI.
