PSSI JATIM HUKUM PELAKU TENDANGAN KUNGFU SEUMUR HIDUP

Andri - Rabu, 07 Januari 2026 08:10 WIB
Tendangan kungfu yang dilakukan pelaku saat pertandingan.

SURABAYA I halojatim- Karir sepakbola pemain Putra Jaya Pasuruan Muh. Hilmi Gimnastiar dipastikan tamat. Pelaku tindak kekerasan tendangan kungfu terhadap pemain Perseta 1970 Tulungagung di ajang Liga 4 Jatim itu disanksi larangan beraktivitas sepak bola seumur oleh Komite Disiplin (Komdis) Asosiasi Provinsi (Asprov) PSSI Jawa Timur.

“Perbuatan menendang pemain lawan yang mengakibatkan luka parah merupakan tindakan kekerasan dan pelanggaran berat, sehingga Komdis menjatuhkan hukuman tambahan berupa larangan beraktivitas sepak bola seumur hidup,” kata Ketua Komdis Asprov PSSI Jawa Timur Samiadji Makin Rahmat.

Sebelum menjatuhkan hukuman, pihaknya melakukan pemeriksaan dan menilai perbuatannya termasuk pelanggaran serius terhadap Kode Disiplin PSSI. Insiden tersebut, kata dia, terjadi pada pertandingan babak 32 besar Grup CC Liga 4 Kapal Api Piala Gubernur Jawa Timur 2025/2026 antara Putra Jaya Pasuruan melawan Perseta 1970 Tulungagung yang digelar di Stadion Gelora Bangkalan, Kabupaten Bangkalan, pada Senin (5/1).

Makin, panggilannya, mengatakan, dalam putusan Komdis PSSI Jatim menyatakan Muh. Hilmi Gimnastiar terbukti melakukan pelanggaran Pasal 48 juncto Pasal 49 Kode Disiplin PSSI setelah menendang pemain Perseta 1970 Tulungagung, Firman Nugraha Ardhiansyah, hingga menyebabkan korban mengalami luka parah pada bagian dada. Selain larangan beraktivitas seumur hidup, Komdis PSSI Jatim juga menjatuhkan sanksi denda sebesar Rp2,5 juta kepada pemain Putra Jaya Pasuruan tersebut sesuai ketentuan Pasal 78 Kode Disiplin PSSI.

Keputusan tersebut, katanya, diambil tidak hanya untuk memberikan efek jera kepada pelaku, tetapi juga sebagai pembelajaran bagi seluruh pemain agar tidak melakukan tindakan serupa di lapangan. Komdis PSSI Jatim juga menyatakan, terhadap putusan tersebut masih terbuka upaya banding sesuai dengan mekanisme dan aturan yang berlaku dalam Kode Disiplin PSSI.

Meskipun demikian, ia berharap agar kejadian tersebut tidak terulang kembali karena hal tersebut bisa mencederai permainan fair play dalam sepak bola. Tindakan yang bisa mengancam pemain lawan itu viral di media sosial. Bahkan, korban sempat mendapatkan perawatan serius dari tim medis. (*)

Editor: Andri
Tags #liga4 #pssijatimBagikan

RELATED NEWS