PGRI BERIKAN PENGHARGAAN KE RISMA
Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menerima penghargaan Tokoh Pendidikan di Kota Surabaya . Dia mendapatkanya dari Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) setempat dalam rangka Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-75 PGRI.
"Jumlah anggota PGRI yang memilih Ibu Risma mencapai 1.855 orang," kata Ketua PGRI Kota Surabaya Agnes Warsiati saat menyerahkan penghargaan kepada Wali Kota Risma di Rumah Dinas Wali Kota, Jalan Sedap Malam, Surabaya, Selasa (1/12/2020)
Kata dia, beberapa waktu lalu PGRI menggelar serangkaian kegiatan untuk menyambut HUT PGRI. Salah salah satunya adalah pemilihan tokoh pendidikan.
Pemilihan itu diambil melalui polling via daring yang diisi oleh ribuan guru se-Surabaya pada 25–28 November lalu.Ada tiga nominasi calon Tokoh Pendidikan yang diusulkan PGRI, yakni Wali Kota Risma, Ketua Dewan Pendidikan Surabaya Martadi dan Rektor Universitas Negeri Surabaya (Unesa) Nur Hasan.
Wali Kota Risma, katanya, layak mendapatkan gelar Tokoh Pendidikan, karena selama ini memiliki perhatian lebih yang dituangkan pada program-programnya. Bahkan, tidak hanya bidang pendidikannya saja, Risma juga memikirkan bagaimana kesejahteraan para pendidik.
"Kami ingin menggali bahwa selama ini siapa tokoh yang peduli kepada dunia pendidikan, baik kesejahteraannya maupun inovasi-inovasinya," katanya.
Seusai menerima penghargaan, Wali Kota Risma kemudian berdialog bersama para guru terkait masalah-masalah domestik, mulai dari membahas kesejahteraan, jarak tempuh dari rumah ke sekolah, hingga persoalan sosial lainnya yang tengah dihadapi.
Wali Kota Risma juga menawarkan apabila ada pendidik yang belum memiliki tempat tinggal, dapat mengajukan supaya diintervensi berupa penyediaan tempat tinggal rumah susun (rusun). Selain itu, bagi pendidik yang rumahnya tidak layak huni (rutilahu), dapat pula diajukan bedah rumah.
"Misalnya rumahnya rusak dan tidak mampu renovasi,' katanya.
