Periksa Corona Bisa Dilakukan di 44 Rumah Sakit Jawa Timur

Asih - Jumat, 20 Maret 2020 01:01 WIB
Poli Khusus di RS Unair untuk menangani pasien corona dan masyarakat yang hendak melakukan tes corona.  undefined

Rumah Sakit rujukan untuk memeriksakan kondisi tubuh apakah terkena virus corona atau tidak, tidak hanya bisa dilakukan di RS Unair. Tapi, ada 44 rumah sakit rujukan lainnya di Jawa Timur. Sehingga masyarakat tidak perlu panik dan berbondong-bondong mendatangani satu rumah sakit saja, terutama di RS Unair.

Sejak diumumkannya ada 6 pasien yang positif corona di Jawa Timur, masyarakat mulai panik. Mereka memenuhi Poli Khusus yang dibuka RS Unair untuk virus corona. Karena masyarakat berpikiran hanya RS Unair yang bisa melakukan pengecekan dan pemeriksaan terhadap virus ini.

Padahal, dikatakan Rektor Unair Prof Mohammad Nasih, RS Unair bukan satu-satunya yang bisa memeriksa. “Ada banyak rumah sakit rujukan. Yang bisa melakukan pemeriksaan bahkan ada 44 di Jawa Timur,” ujarnya.

Dari semua rumah sakit itu memang bisa memeriksa namun tidak semuanyanya bisa menganalisasi spesimennya. Yang hanya bisa melakukan analisa spesimen hanya di Lembaga Penyakit Tropis (LPT) Unair. Ke-44 rumah sakit jika ingin menganalisa specimen orang yang sudah memeriksakan diri bisa ke LPT Unair.

“Tapi pemeriksaan bisa dilakukan di mana saja. Jadi tidak perlu ke RS Unair. Nanti spesimennya saja yang dianalisa di LPT Unair,” tandas Prof Nasih.

Untuk yang berkaitan dengan LPT, tentu Unair harus menambah kapasitas. Unair berencana untuk memberikan support tenaga kesehatan yaitu alat yang bisa menganalisis seribu sampel. Alat ini tentu dibuat dan dikirim dari luar negeri. “Alat itu sudah dikoordinasikan dengan Kementerian Kesehatan, jadi kita hanya menerima barang dari Kemenkes. Harapannya dengan adanya alat tersebut, masalah ini bisa dilakukan bersama-sama,” tukasnya.

Ditegaskan Nasih, RS Unair tetap akan melayani masyarakat yang memiliki gejala dan indikasi yang kuat terkait virus corona. Misalnya batuk, demam, sakit tenggorokan, sesak napas dan pernah berpergian ke negara terdampak virus corona.

Karena permasalahan ini merupakan masalah nasional yang harus dihadapi oleh semua elemen masyarakat dari RT, pemerintah hingga rumah sakit. Masyarakat harus rasional menghadapi ini agar semua pihak bisa melakukan tugasnya secara optimal.

Bagikan

RELATED NEWS