Penumpang Sepi, Angkuatan Barang PT KAI Naik
Wabah corona memberikan dampak yang besar bagi PT KAI (Kereta Api Indonesia). Penumpangnya mengalami penurunan yang drastis.
Agar tidak terus merugi, PT KAI memgoptimalkan sektor lain, yakni pengangkutan barang. Pihak PT KAI mencatat adanya peningkatan volume angkutan barang pada bulan Maret 2020 dibandingkan dengan Februari 2020.
''Pada Maret 2020 KAI mengangkut 4,2 juta ton, naik 16% dibanding periode Februari 2020 dengan jumlah 3,6 juta ton,” jelas Manager Humas PT KAI Daop 8 Surabaya Suprapto Selasa (21/4).
Diharapkan KAI mampu mempercepat pendistribusian logistik yang dibutuhkan di berbagai daerah, termasuk logistik yang sangat dibutuhkan dalam rangka penanganan Covid-19. Diungkapkan, terhitung pada bulan Maret 2019, telah terjadi perubahan pola bisnis di angkutan barang hantaran (Rail Express) yang sebelumnya mengunakan sistem Bisnis to Bisnis (B to B) menjadi sistem Bisnis to Costumer (B to C). Pada pola sebelumnya, konsumen yang ingin mengangkut barang dengan mengunakan angkutan kereta api, harus mengunakan jasa ekspeditur untuk bisa diangkut dengan kereta api.
“Pada pola bisnis yang baru ini, siapapun baik itu masyarakat perorangan maupun pihak bisnis lainnya bisa langsung berhubungan dengan PT KAI di loket yang telah disediakan untuk mendapatkan layanan angkutan barang hantaran kereta api,” kata Suprapto.
