Penelitian Nanogold Dikembangkan untuk Bantu Penderita Covid-19

Asih - Sabtu, 03 Oktober 2020 14:16 WIB
Prof Dr Titik Taufikurohmah, Guru Besar pada Jurusan Kimia Universitas Negeri Surabaya (Unesa). undefined

Setelah terbukti efektif dalam menangani penderita kusta di Surabaya terutama dari sisi kenaikan imunitas para penderita lepra, kini penelitian Nanogold dikembangkan untuk membantu meringankan penderita Covid-19 melalui peningkatan imun tubuh.

Hasil pada aplikasi penderita Lepra di Surabaya menunjukkan, efektivitas kenaikan imunitas para penyandang yang ditandai dengan tidak mudahnya penderita sakit pilek, batuk, flu, panas dan sakit-sakit ringan lainnya. Peningkatan imunitas juga ditandai dengan cepatnya kesembuhan pasien lepra bila terserang beberapa penyakit.

Atas dasar pengalaman empirik itulah, pada masa Pandemi Covid-19, penelitian Nanogold yang dilakukan sejak 2017 oleh Prof Dr Titik Taufikurohmah, Guru Besar pada Jurusan Kimia Universitas Negeri Surabaya (Unesa), mengembangkannya untuk membantu meringankan penderita Covid-19 dan pasien Kanker melalui peningkatan imunitas tubuh.

Sebelumnya penelitian ini juga telah dikembangkan oleh Pusat Inkubasi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dalam beberapa produk kosmetik dan herbal kesehatan. “Mengambil momentum Pandemi Covid-19, dimana pemerintah menghimbau pengalihan topik penelitian untuk membantu menanggulangi wabah Covid-19, maka orientasi penelitian ini saya ubah ke arah membantu penderita Covid-19 sekaligus mencegahnya, memelalui peningaktan imun tubuh,” kata Titik di Jakarata, Jumat (2/10/2020) siang dalam acara jumpa pers melalui daring bersama Dirjen Dikti, Prof Nizam.

Penelitian terkait dengan upaya mencari terobosan dalam menanggulangi Covid-19 ini dibiayai dalam kegiatan penelitian pengembangan kompetitif nasional tahun 2020-2021.

Sebenarnya, kata Titik, pengembangan penelitian ini karena sifat nanogold yang memiliki aktivitas antioksidan dalam meredam radikal bebas sepuluh kali vitamin E, sehingga mampu meningkatkan daya tahan tubuh. “Kombinasi nanogold dan nanosilver yang merupakan antimikroba dan antivirus dalam air kemasan pada penelitian ini mampu menghentikan replika virus corona termasuk Covid-19,” katanya.

Didampingi Rektor Unesa, Prof Dr Nurhasan, M.Kes, Titik menjelaskan, ia dan tim akan terus mengembangkan penelitian nanogold dalam beberapa aplikasi di masyarakat, mulai untuk kecantikan, kesehatan dan kebutuhan lainnya. Momentum pandemi Covid-19 menjadi pemicunya untuk dikembangkan sebagai upaya dalam meningkatkan imun tubuh.

“Kami sudah melakukan uji coba melalui pemberian air kesehatan yang mengandung nanogold-nanosilver secara gratis di Surabaya, Sidaorjo, dan Probolinggo serta beberapa penderita Covid-19 yang melakukan isolasi mandiri maupun di rawat di rumah sakit. Hasilnya cukup signifikan dalam membantu meningkatkan imun tubuh,” katanya.

Selain memberikan air kesehatan ke masyarakat yang dilakukan secara cuma-cuma sejak awal munculnya Covid-19. Dalam penelitian pengembangan nanogold ini, Titik juga menggandeng dua industri untuk bidang kesehatan, masing-masing PT Inovasi Mitra Sukses (PT IMS) yang beralamat di Cibonong, Bogor dan PT Kanza Ekselensia Utama yang beralamat di Tanjung Periok Jakarta Utara.

PT IMS membuat produk herbal dari haubatussauda atau jinten hitam dan propolis yang juga diberikan sentuhan inovasi nanogold-nanosilver sebagai drug delivery yang sangat bermanfaat untuk meningkatkan imun para relawan penderita lepra di Surabaya. Untuk kegiatan berikutnya industri ini juga akan menjadi mitra pada produk kapsul kelor yang saat ini masih dalam tahap Penelitian Terapan Unggulan Perguruan Tinggi (PT UPT).

“Kapsul kelor dengan inovasi nanogold-nanosilver pada uji coba skala terbatas telah menyembuhkan tidak kurang dari 50 pasien Covid-19 di Surabaya dan sekitarnya. Hal ini juga menjadi harapan baru penanganan Covid-19 selain air kesehatan yang sudah masuk ke penelitian pengembangan, bersama produk handsanitizer dan handsoap,” kata Titik menjelaskan.

Pada tahap awal, katanya menambahkan, kami menggandeng dua industri itu untuk uji coba produk, setelah berhasil, kerjasama ini akan ditingkatkan dalam bentuk produk komersial. ”Saya ingin penelitian ini dapat dihilirisasi dan dimanfaatkan di masyarakat,” katanya.

Di jelasan, PT IMS di Cibinong mengembangkan produk herbal untuk kesehatan dengan memadukan haubatussauda dan propolis dengan nanogold-nanosilver untuk saat ini. Berikutnya uji ciba penggunaan nanogold-nanosilver untuk produk kapsul kelor.

Sedang PT Kanza Ekselensia Utama di Jakarta Utara, mengembangkan produk herbal untuk Kesehatan kewanitaan yang dikembangkan dari formula warisan leluhur pemilik usaha dari Aceh. Kerjasama penelitian ini dimaksudkan untuk meyakinkan BPOM terkait dengan penggunaan material tertentu yang dilarang oleh BPOM, tetapi diperbolehkan oleh FDA dengan batas konsentrasi maksimum 20%.

“Peneliti ini diharapkan mampu membuktikan khasiat seperti yang selama ini di klaim oleh perusahaan dan tertera dalam kemasan. Pembuktian secara ilmiah khasiat obat dari obat herbal sangat penting untuk memberikan edukasi yang benar pada pengguna atau konsumen,” katanya.

Titik menjelaskan kenapa dirinya memberikan informasi dan keterangan pers ini di Jakarta, karena selama dua hari kemarin ia bersama beberapa tim peneliti dari Unesa melakukan kunjungan ke kedua industri tersebut, terkait dengan kerjasama pengembangan dan uji coba produk.

Bagikan

RELATED NEWS