PEMPROV JATIM REHABILITAS 51 SEKOLAH DI LAMONGAN DAN GRESIK

Andri - Kamis, 05 Maret 2026 17:20 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa saat meresmikan merevitalisasi dan merehabilitasi 51 sekolah di Lamongan-Gresik.

SURABAYA I halojatim- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim) peduli dengan pendidikan. Di bawah Gubernur Khofifah Indar Parawansa, mereka merevitalisasi dan merehabilitasi 51 satuan pendidikan jenjang SMA, SMK, dan SLB, di Kabupaten Lamongan dan Gresik dengan anggaran Rp69,7 miliar.


Khofifah dalam keterangan di Surabaya, Kamis, mengatakan pihaknya meresmikan revitalisasi tersebut agar menjadi pengingat penting bagi seluruh pihak agar menjaga dan merawat fasilitas pendidikan yang telah dibangun pemerintah. "Kenapa kita perlu melakukan peresmian seperti ini meskipun formatnya sederhana, karena kita ingin menyampaikan pesan bahwa ada daya dukung lingkungan di sekolah yang harus kita siapkan dan kita jaga bersama," katanya.


Kata Khofifah, prasasti tersebut tidak sekadar menjadi penanda pembangunan fisik, tetapi juga simbol komitmen bersama untuk menjaga fasilitas pendidikan agar tetap terawat dan memberikan manfaat bagi siswa. "Monitoring dan kontroling bapak, Ibu, sekalian terutama para kepala sekolah, saya mohon apa yang sudah kita lakukan, sudah dibangun dan sudah saya tanda tangani prasastinya mohon dijaga, sekaligus penguatan daya dukung lingkungan sekolah," katanya.

Khofifah juga menekankan pentingnya kebersihan fasilitas sanitasi sekolah, khususnya toilet. Menurutnya, hal iitu kerap dianggap sepele namun berperan penting dalam menciptakan lingkungan belajar sehat.

"Langsung saya dan Kepala Dinas Pendidikan Jatim mencari role model sekolah-sekolah yang toiletnya bersih dan terpelihara dengan baik. Jadi ini perlu kebersamaan kita menjaga bagaimana kebersihan diikuti dengan pemeliharaan yang baik," katanya.

Selain pembangunan fisik, wilayah Lamongan dan Gresik juga menjalankan Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) yang saat ini telah diterapkan di 75 sekolah. Terdiri atas 60 sekolah di Kabupaten Gresik dan 15 sekolah di Kabupaten Lamongan.

"Khusus Kabupaten Lamongan masih banyak yang perlu, memang harus kita masuk, agar mudah-mudahan Program SIKAP di sekolah-sekolah Lamongan seimbang dengan jumlah dan luas lahan yang dimiliki masing-masing sekolah," katanya.

Program tersebut mendorong sekolah tidak hanya menjadi tempat pembelajaran akademik, tetapi juga ruang belajar kemandirian melalui penguatan ketahanan pangan sesuai arahan pemerintah pusat.

Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Jatim Aries Agung Paewai mengatakan program revitalisasi dan rehabilitasi merupakan bagian dari upaya berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas pendidikan di berbagai wilayah.

Aries menjelaskan total 51 satuan pendidikan di Lamongan dan Gresik menerima program tersebut dengan total anggaran Rp69.704.570.000. Di Kabupaten Lamongan, revitalisasi dilaksanakan pada 32 satuan pendidikan yang terdiri dari 19 SMA dengan anggaran Rp19,36 miliar, 13 SMK dengan anggaran Rp22,13 miliar serta satu SLB dengan anggaran Rp796 juta.

"Total anggaran khusus untuk Lamongan Rp42,29 miliar," katanya.

Sedangkan di Kabupaten Gresik program revitalisasi dilaksanakan pada 19 satuan pendidikan yang terdiri dari 10 SMA dengan anggaran Rp8,6 miliar dan sembilan SMK dengan anggaran Rp19,33 miliar dengan total Rp27,4 miliar.


Berbagai pekerjaan yang dilaksanakan antara lain pembangunan dan perbaikan ruang kelas, laboratorium komputer, laboratorium Ilmu Pengetahuan Alam (IPA), ruang administrasi, perpustakaan, toilet dan fasilitas sanitasi, ruang kelas baru, ruang Bimbingan Konseling (BK), ruang Unit Kesehatan Sekolah (UKS), serta ruang Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Selain itu juga pembangunan ruang praktik siswa bagi SMK, seperti teknik kendaraan ringan, teknik sepeda motor, agribisnis tanaman pangan dan hortikultura, desain komunikasi visual, serta bisnis digital. (*)

Editor: Andri

RELATED NEWS