Pemerintah dan Swasta Bersinergi untuk Memaksimalkan Potensi Santri

Asih - Senin, 06 September 2021 06:21 WIB
Potensi santri harus dimaksimalkan agar bisa mengembangkan ekonomi berbasis syariah.

Pondok pesantren dan ekonomi syariah memiliki potensi yang sangat besar untuk mendongkrak kemajuan ekonomi nasional. Tercatat pada triwulan pertama 2021, Indonesia memiliki 31.385 pondok pesantren dengan jumlah mencapai 4,29 juta santri.

Potensi ini juga menjadi kekuatan ekonomi syariah Indonesia yang menempati peringkat 4 dunia. Karenanya Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, besarnya potensi tersebut masih bisa dikembangkan secara maksimal. Karenanya semua perlu melakukan upaya peningkatan kapasitas talenta di lingkungan pesantren, baik dari sisi manajerial, keuangan, digitalisasi hingga infrastruktur dan akses pasar, agar lulusan pesantren siap bersaing, baik yang menggeluti dunia usaha maupun dunia karier.

“Juga membangung jaringan serta ekosistem yang saling menguatkan. Upaya tersebut membutuhkan sinergi dan dukungan dari pemerintah dan swasta, termasuk dengan adanya ajang seperti kompetisi wirausaha ini yang memberi tantangan agar talenta di lingkungan pesantren terus berinovasi dan berkembang.” jelas Erick Thohir webinar DSC 12 X NU Circle dengan tema “Jalan Sukses Tembus Omset Ratusan Juta dari Bisnis Makanan” beberapa waktu lalu.

Program Inisiator DSC 12, Edric Chandra mengungkapkan, tahun ini pihaknya memperluas segmen audiens berbasis komunitas dan ekonomi keumatan melalui kerja sama dengan menggelar serangkaian webinar bersama NU Circle, LPNU (Lembaga Perekonomian Nahdlatul Ulama), Ansor dan HIPSI (Himpunan Pengusaha Santri Indonesia).

“Tujuannya adalah semakin banyak melahirkan entrepreneur dari komunitas berbasis santri dan Nahdliyin dan membangkitan ekonomi keumatan walau berada di tengah masa pandemi,” ungkap Edric.

NU Circle telah melakukan serangkaian aktivitas dan terus berlangsung hingga September mendatang. Menghadirkan berbagai pelaku UMKM dalam memberikan inspirasi bagaimana merealisasikan sukses dengan improvisasi bisnis agar dapat mengendalikan situasi di saat pandemi. Tidak hanya bertahan tapi tetap tumbuh dan berkembang, sekaligus menjaga konsistensi.

Editor: Asih
Tags pondok pesantrenBagikan

RELATED NEWS