Pecinta Alam Ini Rela Menembus Belantara Bagikan Daging Kurban ke Penjaga Gunung Raung

Asih - Kamis, 30 Juli 2020 22:24 WIB
Komunitas pecinta alam Banyuwangi saat dalam sebuah kegiatan sebelum corona.   undefined

BANYUWANGI- Momen Hari Raya Qurban tahun ini dimanfaatkan dua komunitas pecinta alam Banyuwangi yakni Super Hore dan Super Adventure untuk berbagi kebahagiaan. Mereka bahkan rela menempuh perjalanan jauh dari Kota Banyuwangi menuju kaki Gunung Raung untuk membagikan paket daging kurban kepada penjaga gunung tersebut.

Kegiatan Super Hore dan Super Adventure Banyuwangi ini merupakan bagian dari program bertajuk "Kolaborasi Komunitas Indonesia Timur Berbagi" yang melibatkan 379 komunitas di 42 kota. Lebih dari 15 ribu anggota dari komunitas besar salah satunya SuperAdventure ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang baru pertama kali terjadi ini.

Koordinator Super Adventure Banyuwangi Deni Sugiarto mengatakan, selama ini komunitas pecinta alam Super Hore dan Super Adventure sangat aktif dalam berbagai kegiatan yang berhubungan dengan pelestarian alam dan lingkungan. Mereka juga sering mengadakan kegiatan sosial dan donasi bagi masyarakat di kawasan hutan ataupun pegunungan.

"Pembagian paket daging kurban ini merupakan yang pertama kali dilakukan. Makanya kami sangat antusias meskipun harus melalui perjalanan ke kaki Gunung Raung yang tidak mudah," kata Deni, Selasa (28/7/2020).

Deni menambahkan, untuk komunitas Super Adventure, kegiatan hari kurban akan dilakukan di Desa Jambe Wangi, di kaki Gunung Raung. Biaya pembelian hewan kurban berasal dari donasi para anggota. Hewan kurban juga dibeli dari masyarakat di Desa Jambe Wangi, di kaki gunung Raung, sehingga akan memudahkan untuk proses penyembelihan dan pembagian dagingnya nanti.

Sementara komunitas Super Hore akan menyasar masyarakat kurang mampu yang terkena dampak virus corona. Kegiatan kurban dan pembagian paket daging kurban akan dilakukan di lingkungan markas komunitas tersebut.

Antusiasme para pecinta alam ini untuk terlibat dalam kegiatan Kolaborasi Komunitas Indonesia Timur Berbagi ini semakin membuncah mengingat kondisi masyarakat yang susah akibat pandemi virus corona.

“Kami yang biasa naik gunung juga prihatin dengan kondisi yang dihadapi masyarakat, termasuk yang berada di pedesaan dan pedalaman. Semoga pandemi ini segera berakhir dan masyarakat dapat hidup lebih baik lagi," tambahnya.

Bagikan

RELATED NEWS