Pakar Unair : Hewan Kurban Tak Tularkan Covid-19
Penyembelihan hewan kurban pada Idul Adha 1441 Hijriah kali ini menuai berbagai kecemasan masyarakat. Salah satunya kekhawatiran Covid-19 bisa menular melalui hewan kurban yang disembelih dan dibagikan ke masyarakat luas.
Namun ahli dari Fakultas Kedokteran Hewan Universitas Airlangga, Prof Dr drh Suwarno, MSi menegaskan bahwa risiko penularan Covid-19 melalui hewan sangat kecil.
“Hewan tidak berisiko tertular atau menularkan virus corona dari orang yang terkena Covid-19. Namun yang berbahaya adalah penularan dari orang yang terkena Covid-19,” terangnya.
Suwarno menjelaskan, pada dasarnya struktur sel hewan tidak cocok dengan reseptor virus corona. “Sel pada manusia cocok dengan reseptor Covid-19, namun pada hewan berbeda. Sehingga inilah yang menyebabkan Covid-19 tidak dapat menular ke hewan,” jelasnya.
Dia menekankan, hewan kurban tidak memungkinkan menjadi perantara penularan Covid-19. Menurutnya, yang perlu diwaspadai adalah penularan dari manusia ke manusia. Maka dari itu, lanjutnya, pelaksanaan kurban harus menerapkan prokotol kesehatan.
“Tidak ada penularan Covid-19 dari manusia ke hewan atau sebaliknya. Yang ada adalah penularan dari manusia ke manusia. Untuk menghindari ini, kita harus menggunakan APD dan menerapkan protokol kesehatan. Panitia kurban harus benar-benar selektif dalam hal ini,” tandasnya.
Ketua Departemen Klinik Veteriner FKH Unair, Prof Dr drh Wiwik Misaco Yuniarti menegaskan hingga saat ini tidak ada bukti ilmiah bahwa hewan menjadi sumber infeksi Covid-19 pada manusia.
Meski tidak memiliki risiko menularkan Covid-19, Wiwik mengatakan pelaksanaan kurban kali ini harus tetap menjaga protokol kesehatan. Terutama bagi penjual, pemotong, dan pemroses hewan qurban serta pendistribusi daging.
“Segala hal mulai dari limbah, proses penyembelihan, pemotongan, hingga pengantaran harus diperlakukan berbeda dengan tahun sebelumnya. Pelaksaannya kali ini harus dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan,” kata dia.
Wiwik melanjutkan, pada intinya hal-hal yang harus diperhatikan adalah selalu melakukan physical distancing dan personal hygiene. Selain itu, panitia kurban wajib menerapkan higiene dan sanitasi di tempat penjualan maupun di tempat pemotongan hewan kurban, serta melakukan pemeriksaan kesehatan awal, seperti cek suhu kepada setiap panitia.
“Marilah kita bersama-sama menaati semua peraturan yang ada, agar kita dapat melakukan aktivitas Idul Adha dengan tenang, khitmad, dan aman,” pesan Wiwik.
