NERACA PERDAGANGAN JATIM DEFISIT USD 389,26 JUTA
Neraca perdagangan Jawa Timur (Jatim) perlu dapat catatan. Secara kumulatif, selama Januari - Februari 2021 defisit sebesar USD389,26 juta. Ini disumbang dari selisih perdagangan ekspor-impor di sektor migas maupun sektor nonmigas yang sama-sama mengalami defisit.
Adapun defisit neraca perdagangan sektor migas adalah sebesar USD349,64 juta. Sedangkan defisit neraca perdagangan sektor nonmigas sebesar USD 39,61 juta.
“Kondisi ini membuat kinerja kedua sektor tersebut perlu lebih ditingkatkan agar neraca perdagangan Jawa Timur berubah menjadi surplus di periode berikutnya,” kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Umar Sjaifudin dalam rilisnya, Rabu (16/3/2021).
Sementara itu, selama bulan Februari 2021, neraca perdagangan Jatim juga mengalami defisit sebesar USD169,98 juta. Defisit ini disebabkan karena adanya selisih nilai perdagangan yang negatif baik pada sektor migas maupun pada sektor nonmigas.
“Selisih nilai perdagangan pada sektor migas sebesar USD143,99 juta. Sedangkan selisih nilai perdagangan pada sektor nonmigas sebesar USD25,99 juta,” kata Umar.
Diketahui, nilai impor Jatim pada bulan Februari 2021 mencapai USD1,87 miliar atau meningkat sebesar 6,85% dibandingkan Januari 2021. Sedangkan nilai ekspor selama Februari 2021 mencapai USD1,70 miliar atau naik sebesar 11,05%. dibandingkan Januari 2021.
