MPLS di SDN Sawunggaling I/382 Surabaya Lambangkan Ke-Bhineka Tunggal Ika-an

Andri - Senin, 13 Juli 2026 16:05 WIB
Kepala SDN Sawunggaling I/382 Surabaya, Mochamad Taukit, M.Pd. bersama para guru yang memakai pakaian adat di acara MPLS Senin pagi (13/7/2026)

SDN Sawunggaling I/382 Surabaya punya acara tersendiri dalam menyambut murid di tahun ajaran 2026/2027. Mereka mengenalkan budaya daerah di Indonesia melalui para guru dan tenaga kependidikan.
--
SESEORANG berdiri di depan pintu masuk dengan berpakaian adat Bali. Namun, lokasi sekolah tersebut bukan di Pulau Dewata atau Pulau Bali. Namun, sekolah tersebut ada di Kota Surabaya, tepatnya SDN Sawunggaling I/382 Surabaya yang ada di Jalan Ciliwung Nomor 75, Kelurahan Sawunggaling, Kecamatan Wonokromo.

‘’Saya bersama para guru dan tenaga kependidikan sengaja berpakaian adat di hari pertama Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) ini. Tujuannya untuk menunjukkan adanya keberagaman yang ada di SDN Sawunggaling I/382 Surabaya,’’ kata Kepala SDN Sawunggaling I/382 Surabaya, Mochamad Taukit, M.Pd. saat ditemui pada Senin pagi (13/7/2026).

Menurutnya, sekolahan yang dipimpin berlatar belakang yang beraneka ragam. Mulai dari agama, tingkat pendidikan orang tua/wali murid, ekonomi, hingga sosial. ‘’Tapi di SDN Sawunggaling I/382 Surabaya semuanya bisa bersatu. Sebuah ke-Bhineka Tunggal Ika-an yang ada di sekolah kami,’’ ujar Taukit.

Menariknya, pakaian adat yang dipakai oleh para guru dan tenaga kependidikan berasal dari Aceh hingga Papua. Selain itu, pakaian yang dipakai juga mengajarkan para murid, termasuk para murid kelas 1 baru agar belajar budaya yang ada di tanah air.

‘’Pakaian yang dikenakan oleh para guru dan tenaga kependidikan disesuaikan dengan undian yang didapat sebelumnya, sehingga yang digunakan berbeda-beda,’’ tambah Wakil Koordinator Bidang Kesiswaan, Qomarul Lailiah, S.S.

"Tahun ajaran 2026/2027 ini, SDN Sawunggaling I/382 Surabaya menerima 4 rombel dan disesuaikan dengan rombel kelas 6 yang lulus di tahun ajaran 2025/2026. Hebatnya, semua murid kelas 1 di tahun ajaran 2026/2027 terisi dari jalur afirmasi, mutasi, dan domisili kelurahan,’’ ungkap Taukit.

Dalam MPLS hari pertama, pihak sekolah mengundang Bunda PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Kecamatan Wonokromo dan Kelurahan Sawunggaling. Selain itu, hadir juga Ketua RT, RW, Babinsa, dan Komite Sekolah, serta para orang tua/wali murid kelas 1.

Tak lupa, Taukit menerima langsung penyerahan murid kelas 1 dari orang tua kepada pihak sekolah. Setelah itu, dia melepaskan puluhan burung sebagai simbol kebebasan para murid untuk mengejar cita-cita setinggi langit selama bersekolah di SDN Sawunggaling I/382 Surabaya.

SDN Sawunggaling I/382 Surabaya sendiri termasuk salah satu sekolah favorit di Kecamatan Wonokromo dan juga Surabaya Selatan. "Tahun ini, para murid kelas 6 lulus 100%. Dengan rincian 64% diterima di SMPN Surabaya dan juga luar kota. Bahkan, ada yang diterima di SMPN di wilayah tengah kota yang persaingannya sangat ketat,’’ ucap Taukit.

Sedang sisanya, memilih untuk bersekolah di SMP Swasta dengan pertimbangan jarak yang lebih dekat. Ada juga beberapa murid yang menginginkan masuk ke pondok pesantren di Jawa Timur.

‘’Kami juga tengah mengupayakan berbagai persiapan untuk akreditasi perpustakan sekolah dan Sekolah Adiwiyata Tingkat Nasional,’’ tambah Taukit.

Sekolah Adiwiyata adalah sekolah yang menerapkan program pendidikan lingkungan hidup secara berkelanjutan untuk menyandangkan karakter peduli lingkungan kepada seluruh warga sekolah. Sejalan dengan itu, salah satu murid SDN Sawunggaling I/382 Surabaya di tahun 2025 terpilih menjadi Putri Lingkungan Hidup Kota Surabaya. (*)

Editor: Andri
Bagikan

RELATED NEWS