MISI DAGANG JATIM KE SUMSEL
Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menyelenggarakan misi dagang. Mereka mempertemukan para pengusaha Jatim dengan pelaku usaha dan warga Jatim. Kali ini misi dagang dilaksanakan dengan Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).
Misi Dagang dan Investasi Akselerasi Perdagangan Jawa Timur dan Sumsel tersebut dipimpin Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Sedangkan tim Sumsel juga dipimpin langsung oleh Gubernur Sumsel Herman Deru. Kegiatan berlangsung di Hotel Wyndham OPI Palembang, Sumsel, Rabu (2/12).
Dalam nisi dagang tersebut, Gubernur Khofifah bersama Gubernur Sumsel Herman Deru menandatangani MoU kerjasama pembangunan daerah Provinsi Jatim dengan Sumsel. Selain itu, juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerjasama di sektor perindustrian, perdagangan, pemberdayaan koperasi, Usaha Kecil dan Menengah (KUKM) serta investasi.
Selanjutnya, penandatangan perjanjian kerjasama antara Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Jatim dan Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Sumsel tentang Penanaman Modal, Perjanjian Kerjasama antara Jamkrida Jatim dan Jamkrida Sumsel tentang Penjaminan Bersama atas Produk Penjaminan.
Dalam misi dagang ini, pelaku usaha dari Jatim yang berpartisipasi sebanyak 46 pengusaha. Sedangkan dari Sumsel sebanyak 115 pengusaha. Kepala Disperindag Jatim Drajat Irawan mengatakan selama 2020, Jatim telah melakukan empat kali misi dagang.
“Yakni di Medan, Pekanbaru, NTT, dan Palembang,” katanya.
Sedangkan untuk seluruh rangkaian misi dagang Jatim terhitung sudah dilaksanakan sebanyak 40 kali sejak 2016. Selama kurun tersebut telah menghasilkan transaksi sebesar Rp 14,6 triliun. Sedangkan transaksi misi dagang Jatim di Sumsel telah mencapai transaksi Rp 306.548.050.000 per 2 Desember 2020 pukul 18.47 WIB.
Sementara itu Gubernur Khofifah mengatakan ingin memperkuat konektivitas dan jejaring antara buyer dan trader dari kedua provinsi. Langkah ini dibangun dengan berbagai inisiasi perluasan jaringan. Ia berharap misi dagang yang dibangun bisa mendorong perdagangan dari masing-masing provinsi dengan keunggulan dan potensi yang dimiliki.
