MAU BUKA, KBS TUNGGU IZIN PEMKOT SBY

Andri - Sabtu, 25 Juli 2020 20:07 WIB
Kebun Binatang Surabaya yang rencananya segera dibuka untuk masyarakat undefined

Penutupan sementara Kebun Binatang Surabaya (KBS) dijadwalkan berakhir pada Minggu (26/7/2020). Berdasarkan pantauan dan laporan keeper dan tim dokter, satwa dalam kondisi sehat.

Langkah penutupan dilakukan di masa pandemi Covid-19. Namun, dengan kondisi yang ada kebun binatang yang masuk wilayah Kecamatan Wonokromo itu siap beroperasional kembali.

Namun, sederet aturan baru terkait protokol kesehatan di masa pandemi sudah dipersiapkan KBS untuk kembali menerima kunjungan masyarakat. Aturan yang wajib dijalani masyarakat pengunjung KBS. Mulai dari penggunaan masker, hand sanitizer, physical distancing, social distancing, sampai dengan pembatasan jumlah pengunjung, sudah dipersiapkan setelah sebelumnya dilakukan pengkajian secara mendalam terkait dengan pandemi Covid-19 yang masih berlangsung.

“Aturan atau ketentuan baru untuk pengunjung KBS memang sudah kami persiapkan. Dengan pertimbangan utama protokol kesehatan, harapan kami masyarakat pengunjung mau mematuhi ketentuan-ketentuan tersebut,” terang Humas PDTS KBSWina Husniani , Sabtu (25/7/2020).

Bahkan melalui media sosialnya, Kebun Binatang Surabaya dengan hastag #akusehatkamusehatsatwaselamat, berbagai ketentuan baru terkait protokol kesehatan ditampilkan oleh manajemen Perusahaan Daerah Taman Satwa (PDTS) KBS.Mulai dari kewajiban kondisi kesehatan dan fit untuk ibu hamil, lansia berusia diatas 60 tahun, dan balita hingga himbauan menggunakan kamera dengan baterai kamera dalam kondisi full saat berkunjung ke KBS dicantumkan.

“Karena protokol kesehatan memang jadi prioritas kami. Tetapi tetap memberikan kenyamanan bagi pengunjung KBS juga harus kami perhatikan juga. Karena itu, ketentuan-ketentuan baru bagi pengunjung harapannya dipahami oleh para pengunjung,” kata Winy.

Hanya, untuk kepastian kapan KBS dibuka kembali untuk masyarakat, Winy menyampaikan bahwa pihaknya tetap harus menunggu keputusan dari Pemkot Surabaya. “Kami tetap harus menunggu izin Pemerintah Kota Surabaya,” kata Winy.

Bagikan

RELATED NEWS