MASYARAKAT BERPENGHASILAN RENDAH DI SURABAYA CAPAI 1 JUTA
SURABAYA I halojatim.com - Jumlah masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) di Surabaya meningkat. Per 31 Desember 2021 mencapai 1.010.000 juta jiwa. Penyebabnya, pandemi Covid-19.
"Data ini meningkat dari tahun 2020 ke 2021," kata Kepala Dinsos Kota Surabaya Anna Fajriatin.
Salah satu dampak naiknya jumlah MBR dikarenakan pada akhir Desember 2021. Ada bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) perluasan.
"Dalam hal ini adalah data baru karena pandemi. Data yang kami punya ada dari DTKS (Data Terpadu Kesejahteraan Sosial), jadi MBR itu adalah bagian data dari DTKS," kata Anna.
Para penerima bantuan manfaat tersebut juga akan diukur berdasarkan kategori, karena intervensi yang diberikan akan berbeda-beda. Ia mengatakan, seperti usia 40 tahun ke bawah, tidak diusulkan untuk menerima bansos (bantuan sosial), melainkan akan dilakukan pemberdayaan atau pelatihan.
"Segala sesuatunya itu yang telah disiapkan pemkot, maupun yang sudah disediakan oleh Kemensos. Rencananya, bagi semua penerima manfaat yang berkategori MBR, rumahnya akan kami tempelkan stiker untuk mengamankan warga yang berhak menerima bantuan," katanya.
Anna mengatakan Pemkot Surabaya akan mengamankan dan menjamin orang-orang yang berhak menerima menerima bantuan manfaat. Nantinya, stiker itu juga dilengkapi dengan barcode, yang akan memudahkan pihaknya untuk mendata penerima manfaat pada semua kategori, seperti PKH, BPNT, BST dan lainnya.
"Data penerima manfaat itu menjadi dasar kami untuk menempelkan stiker di tiap rumah MBR," kata Anna. (*)
