MASIH MERAH, LARANG SURABAYA-SIDOARJO KBM TATAP MUKA

Andri - Minggu, 06 September 2020 20:00 WIB
Kegiatan Belajar Mengajar yang belum bisa dilaksanakan di Surabaya dan Kabupaten Sidoarjo undefined

Guru dan siswa di Surabaya dan Sidoarjo harus menunda keinginan bisa bertatap muka dalam kegiatan belajar mengajar (KBM). Sebab, kedua daerah itu masih berstatus zona merah sesuai peta kerawanan Covid-19 dari Satuan Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 pusat.

“Sekolah yang ingin membuka belajar tatap muka harus dapat rekomendasi dari gugus tugas Covid-19 kabupaten/kota. Sedang untuk zona merah tidak. Surabaya dan Sidoarjo belum,” kata Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur Wahid Wahyudi.

Sebenarnya, sejak 31 Agustus 2020 Pemprov Jatim memperluas uji coba pembelajaran tatap muka dari sebelumnya hanya satu SMA, SMK, dan SLB setiap daerah. Hasil evaluasi pembelajaran tatap muka tahap pertama yang berlangsung sejak 18-30 Agustus Wahid mengklaim sudah berjalan baik. Berbagai pihak termasuk guru dan orang tua mendukung uji coba ini.

“Tadinya masing-masing kabupaten/kota itu hanya satu SMA, SMK, dan SLB. Mulai 31 Agustus 2020 jumlah SMK-nya ditambah jadi masing-masing kabupaten/kota 25 persen (dari total jumlah sekolah),''kata Wahid.

Wahid tidak menyebutkan jumlah sekolah yang sudah membuka proses belajar mengajar tatap muka. Untuk tahap kedua uji coba pembelajaran tatap muka ini yang diperbanyak baru jenjang SMK. “SMA masih belum. Bertahap,” kata Wahid.

Seiring uji coba pembelajaran tatap muka ini, Wahid memastikan bahwa Pemprov Jatim juga menggelar rapid tes massal untuk guru dan tenaga pendidikan, baik SMA/SMK/SLB di Jatim.

Dia mengatakan , sudah ada 10 ribu guru dan tenaga pendidikan yang mengikuti rapid tes tahap pertama. Selanjutnya menyusul 10 ribu orang lagi pada tahap kedua.

“Dinas Kesehatan yang lebih paham data secara detail, karena Dinkes yang menggelar rapid test untuk guru dan tenaga pendidikan ini,” katanya.

Bagikan

RELATED NEWS