Mahasiswa Untag Surabaya Berdayakan Ekonomi Masyarakat Pedesaan

Asih - Jumat, 17 Januari 2020 17:25 WIB
Mahasiswa dan dosen dibantu masyarakat menanam pohon kayu putih di Dusun Bantengan, Desa Pomahan, Kecamatan Pulung, Kabupaten Ponorogo, Kamis (16/1/2020). undefined

Mahasiswa Universitas 17 Agustus 1945 (Untag) Surabaya menemukan banyak potensi saat mengadakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik di Ponorogo, tepatnya di Dusun Bantengan, Desa Pomahan, Kecamatan Pulung. Potensi itu adalah pohon kayu putih.

Di sana, pohon kayu putih ada di mana-mana. Daunnya yang bisa dijadikan minyak itu dibiarkan jatuh menjadi sampah. Tidak ada satu pun warga yang peduli. Padahal, itu bisa menjadi peluang baru untuk membangkitkan perekonomian warga sekitar.

Usut punya usut ternyata warga sekitar tidak memiliki keterampilan dan alat khusus yang bisa menjadikan pohon kayu putih itu bisa dijadikan produk bernilai jual.

Karena itulah, mahasiswa KKN berusaha menciptakan alat sederhana yang bisa digunakan untuk menyuling bahan yang ada untuk dijadikan minyak. Alat yang digunakan ini sangat sederhana dan baru pertama kali digunakan untuk menyuling. Karena minyak kayu putih yang disuling dengan alat ini menggunakan metode pengukusan yang dinilai lebih efektif dibanding dua metode lainnya yaitu perebusan dan penguapan.

Kualitas minyak kayu putih yang disuling menggunakan alat yang diciptakan mahasiswa KKN ini juga tidak kalah bagus dari minyak kayu putih yang beredar di luar yang di ciptakan dari pabrik. Minyak kayu putih produksi Dusun Bantengan ini akhirnya memiliki aroma yang khas dan lebih kuat dibanding minyak kayu putih lainnya.

Dosen Pembimbing Lapangan (DPL) KKN Tematin Untag Surabaya, Sayidah Aulia Ul Haque mengaku senang mahasiswanya bisa berpikir kreatif dan inovatif membantu masyarakat Dusun Bantengan. "Alat itu sangat membantu masyarakat. Karena bahan baku yang selama ini dibiarkan, tidak diindahkan, akhirnya dengan adanya alat itu warga bisa memproduksi minyak putih skala rumahan.

"Akhirnya, bahan baku yang melimpah bisa digunakan. Kalau tidak akan sia-sia dan menjadi sampah," ujar Sayidah dalam rilisnya, Kamis (16/1/2020).

Selain pembuatan minyak kayu putih, mahasiswa juga berinovasi dengan membuat permen minyak kayu putih dengan berbagai rasa. Permen minyak kayu putih yang dibuat ini berbahan dasar minyak kayu putih yang sudah disuling. "Jadi,hasil sulingan selain dibuat minyak, juga bisa dimanfaatkan untuk hal lain. Salah satunya permen," tukasnya.

Dengan inovasi itu, akhirnya masyarakat sekitar mulai merawat pohon minyak kayu putih yang ada di sekitarnya. Mereka pun juga bergotong royong untuk menanam kembali pohon-pohon minyak kayu putih itu.

Tim KKN Tematik Untag juga membantu untuk melakukan penanaman pohon kayu putih itu. Warga mendapat bantuan 100 bibit pohon kayu putih dari Perhutani. "Mahasiswa juga mengajari warga bagaimana merawat pohon kayu putih agar bisa menghasilkan," tandas Sayidah.

Bagikan

RELATED NEWS