Mahasiswa FK Buat Aplikasi EndCorona,  Atasi Dampak Pandemi Covid-19  

Asih - Minggu, 21 Februari 2021 12:10 WIB
Arya sedang memandu diskusi secara daring untuk mengembangkan aplikasi EndCorona. (foto diambil dengan mengikuti protokol kesehatan) undefined

Siapa sangka sebuah kekhawatiran Covid-19 menjadi pandemi global muncul dari benak anak muda di sebuah warteg. Saat makan siang sambil menonton berita tentang virus misterius yang merebak di Kota Wuhan, Cina, di sebuah warteg siang itu, Arya Ananda Indrajaya Lukmana, mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), terus memikirkan potensi terjadinya pandemi di seluruh dunia.

Walaupun saat itu belum ada kejelasan tentang penyebabnya, tapi ia yakin kalau sampai Covid-19 masuk Indonesia dampaknya akan membahayakan masyarakat dan negeri ini. Tak lama berselang, kekhawatiran Arya terbukti. Pandemi Covid-19 menjadi persoalan besar di seluruh dunia karena banyak negara terkena dampaknya.

Tak terus larut dengan kekhawatirannya, Arya yang berlatar pendidikan di bidang kedokteran dan memiliki ketertarikan pada teknologi digital terpanggil untuk membuat suatu inovasi yang dapat mencegah penyebaran Covid-19. Sadar akan pentingnya kolaborasi untuk mengatasi pandemi ini, ia lalu mengajak rekan sesama mahasiswa lintas jurusan untuk bekerja sama dan membuat sebuah aplikasi baru. Aplikasi itu kemudian diberi nama EndCorona yang hadir sebagai aplikasi edukasi pendeteksi dini kerentanan risiko terkena Covid-19.

Usaha Arya dan kawan-kawannya tak sia-sia. Ide aplikasi EndCorona ini direspons dan disambut dengan baik oleh dosen dan dekan FKUI. Berkat dukungan tersebut, aplikasi EndCorona akhirnya berhasil diluncurkan dan diakses oleh masyarakat pada awal April 2020.

“Kami berharap EndCorona dapat membantu masyarakat supaya selalu waspada, tidak panik, dan tetap mengikuti koridor protokol kesehatan yang berlaku melalui edukasi di berbagai platform EndCorona,” ujar Arya yang menerima apresiasi Semangat Astra Terpadu Untuk (SATU) Indonesia Awards 2020 kategori khusus Pejuang Tanpa Pamrih di Masa Pandemi, pada Oktober tahun lalu.

Dengan aplikasi EndCorona, masyarakat bisa mengetahui apakah mereka rentan terkena Covid-19 atau tidak dengan melakukan asesmen secara mandiri lewat aplikasi ini. Aplikasi ini memiliki beberapa kategori seperti “risiko rendah”, “hati-hati”, “rentan”, atau “sangat rentan”. Tidak perlu khawatir, salah satu keunggulan aplikasi EndCorona adalah algoritma yang digunakan pada fitur asesmen pendeteksi gejala dan risiko aplikasi ini telah melalui proses pengkajian oleh supervisor ahli berdasarkan jurnal Ilmu Kedokteran di Indonesia dan internasional.

Setelah mengisi beberapa pertanyaan selama kurang lebih tiga menit, pengguna akan langsung mendapatkan hasil dari kondisi mereka. Apabila hasil asesmen menunjukkan hasil risiko “rentan” atau “sangat rentan”, fitur WhatsApp helpline yang dihubungkan langsung dengan tim dokter FKUI Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo disediakan untuk berkonsultasi lebih lanjut.

Selain itu, aplikasi EndCorona memberikan kemudahan bagi masyarakat umum untuk mengakses informasi dan edukasi tentang Covid-19, mulai dari akses peta rumah sakit rujukan Indonesia, informasi statistik dari kasus Covid-19-19 terkini, hingga pembasmi hoaks seputar Covid-19-19 yang disusun berdasarkan jurnal.

Literatur & Referensi Kredibel

Semua tampilan dibuat sederhana disertai ilustrasi yang menarik agar penjelasan mudah dimengerti dan menarik perhatian pengguna. Aplikasi yang dibuat dan dikelola secara sukarela untuk pengabdian masyarakat ini juga telah mendapat peringkat 6 pada kategori aplikasi kesehatan di IOS App Store.

Sejak awal, EndCorona dibuat sebagai program pengabdian masyarakat yang bertujuan untuk sosial tanpa mengejar keuntungan ekonomi. Arya dan tim sudah merasa bahagia dengan melihat karya mereka dapat digunakan dan bermanfaat dalam meminimalkan dampak penyebaran Covid-19-19 dan mendukung pemulihan Indonesia.

Ke depan, Arya ingin agar produk EndCorona dapat dimodifikasi berdasarkan kategori usia dan demografi agar informasi soal Covid-19-19 dapat disampaikan dengan lebih efektif ke lebih banyak orang di berbagai segmen.

Misalnya, untuk membidik segmen anak muda konten dibuat dalam format podcast agar lebih sesuai dengan media generasi muda zaman sekarang. Lebih jauh lagi, ia juga ingin agar kelak dapat membantu pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19-19 ini. “Rencana ke depan kami ingin membuat mapping lewat fitur data tracking untuk membantu pemerintah mengalokasikan sumber daya dengan lebih baik,” ujarnya.

Bagikan

RELATED NEWS