Kurangi Penggunaan Plastik, Karta di Ponorogo Siapkan Daun Jati dan Besek Buat Wadah Daging Kurban

Asih - Kamis, 30 Juli 2020 16:10 WIB
Komunitas Karang Taruna yang tergabung dalam Heppiii Community di Ponorogo belum lama ini. undefined

PONOROGO - Tiga karang taruna (Karta) yang tergabung dalam Heppiii Community di wilayah Ponorogo mulai menyiapkan wadah untuk daging kurban yang akan dibagikan saat Hari Raya Qurban, Jumat (31/7/2020). Mereka melakukan terobosan yang sangat pro lingkungan, yakni dengan menyiapkan daun jati sebagai pembungkus dan juga besek.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program bertajuk Kolaborasi Komunitas Indonesia Timur Berbagi yang melibatkan 379 komunitas di 42 kota. Lebih dari 15 ribu anggota dari komunitas besar salah satunya Heppiii Community ikut berpartisipasi dalam kegiatan yang baru pertama kali terjadi ini.

Kepastian itu seperti dikatakan oleh Koordinator Heppiii Community Ponorogo dan Pacitan Andri Kristiawan, akhir pekan ini. Menurutnya ada tiga karta yang terlibat dalam kegiatan ini, yakni Karta Pokmas Selomulyo, Karta Gambir Sawit dan Sinoman Singo Taruno.

Untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, maka pihaknya memutuskan untuk menggunakan wadah ramah lingkungan, yakni daun jati untuk pembungkus daging dan besek sebagai wadah daging.

“Untuk pendistribusian hewan kurban di Sinoman Singo Taruno nanti menggunakan daun jati, tentu ini bisa mengurangi sampah plastik dan akan didistribusikan ke anak yatim pitu dan dhuafa di sekitar lingkungan desa,” ulasnya.

Sedangkan, untuk Selomulyo pendistribusian hewan kurban akan menggunakan besek. “Anyaman bambu ini tentunya bisa mengurangi limbah plastik dan akan disalurkan ke pondok pesantren Insan Mulia,” ungkapnya.

Karta Sinoman Singo Taruno akan mendistribusikan daging kurban kepada masyarakat terdampak virus Covid-19. Yang menarik dari kegiatan Karta Sinoman adalah hasil pembelian hewan kurban juga akan berbuah sembako untuk donasi masyarakat tidak mampu.

"Praktiknya, Karta akan membeli hewan kurban kepada peternak di desa. Selanjutnya peternak akan menyisihkan sebagian keuntungannya untuk membeli sembako bagi warga tidak mampu. Inilah bukti kearifan lokal yang terus kami jaga di desa," tutur Andri, pentolan Heppiii Community.

Bagikan

RELATED NEWS