Khawatirkan dampak Virus Corona pada Sektor Ekonomi dan Wisata
Wabah Virus corona dinilai dan dikhawatirkan akan berdampak terhadap perekonomian. Apalagi Indonesia khususnya Jawa Timur sedang giat-giatnya meningkatkan pariwisata demi mendulang devisa saat ini.
Jika menyebar virus tersebut dampaknya dikhawatirkan bisa memukul pada pariwisata dan sektor turunannya. Mulai dari restoran, hotel, hingga cinderamata yang rata-rata produk dari UMKM.
Begitu pula bagi investor, Ketua Kadin Jawa Timur Adik Dwi Putranto menyampaikan jika tidak bisa ditangani secara cepat maka bisa membuat investor berpikir ulang untuk berinvestasi.
"Memang saat ini belum begitu terasa berdampak pada perekonomian Jatim. Tapi jika tidak ditangani tentu mengancam kesehatan dan juga sektor bisnis di dalam negeri."ungkapnya, Senin, (27/1/2020).
Adik menuturkan, untuk investasi yang sangat terdampak dengan adanya wabah Corona adalah pariwisata.
"Yang terdampak sekali adalah pariwisata. Memang kita harus mengedepankan keselamatan jiwa, karenanya Pemerintah segera memperketat masuknya orang ke Jatim. Kalau berdasarkan pengalaman Kita saat SARS dulu, penurunannya di sektor pariwista itu sekitar 0.03%" tuturnya.
Dia menginginkan pengawasan ketat tidak hanya dilakukan dari sisi kedatangan wisatawan. Tapi juga impor makanan dari Tiongkok.
"Apalagi jumlah impor pangan dari Tiongkok juga besar. Ini juga harus diawasi."ujarnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik BPS Jatim, jumlah wisman terbanyak pada November 2019 lalu adalah berkebangsaan Malaysia yang mencapai 7.545 kunjungan. Kemudian diikuti Singapura dengan 2.336 kunjungan dan China sebanyak 1.982 kunjungan.
