Ketua DPD RI Resmikan Rumah Tahfidz Center di Ponpes An-Nur Malang

Asih - Selasa, 26 Mei 2020 03:49 WIB
Ketua DPD RI La Nyalla Mattalitti saat meresmikan Rumah Tahfidz Center (RTC). undefined

Pondok Pesantren An-Nur Malang memiliki Rumah Tahfidz Center (RTC). RTC itu diresmikan oleh Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti pada Jumat (22/5/2020) lalu. La Nyalla mengaku senang bisa meresmikan Rumah Tahfidz Center sebagai wadah aktivitas menghafal Al-Quran, mengamalkan dan membudayakan nilai-nilai Alquran. Ikhtiar ini merupakan upaya mengentaskan buta huruf hijaiyah.

“Target kita ialah menjadikan Indonesia sebagai negeri penghafal Quran. Hafidz dan hafidzah sebagai panutan umat, ulama, serta pemimpin yang mencintai Allah dan dicintai masyarakat. SemPoga menjadi embrio terwujudnya generasi Qurani," tegas LaNyalla dalam rilisnya, Minggu (25/5/2020).

Menurut penuturannya, hingga Maret 2020, tercatat jumlah Rumah Tahfidz Center (RTC) yang terverifikasi di Indonesia mencapai lebih 1.200 Unit. Dengan semakin banyaknya jumlah Rumah Tahfidz tersebut, maka diyakini sebaran dakwah Daarul Quran akan terus meluas, meliputi berbagai lapisan masyarakat hingga ke pelosok negeri.

"Berbekal keyakinan itu, dengan mengucap bismillahirrahmanirrahim, Rumah Tahfidz Pondok Pesantren An-Nur 1 ini saya resmikan. Semoga setiap hafalan santri mengalir pahalanya untuk ustadz, ustadzah, pengasuh, dan pendiri Pondok," harapnya.

LaNyalla menegaskan bahwa Pondok Pesantren An-Nur 1 adalah pondok pesantren yang tertua di wilayah Malang Raya. Didirikan oleh Kiai Haji Muhammad Anwar Bin Haji Nuruddin pada 1941.

Pada awalnya, pondok ini hanya sebuah langgar yang digunakan sebagai tempat mengaji yang berada di sebelah rumahnya. Namun dengan berjalannya waktu, jumlah santri yang menimba ilmu semakin banyak. Sampai akhirnya berdirilah pondok An-Nur.

"Tidak sekadar mengajar mengaji, beliau juga membina dan mendidik masyarakat. Seusai masa pendudukan Jepang dan agresi Belanda, jumlah santri terus bertambah," ujarnya.

Saat ini pondok An-Nur terus berkembang. Selain mendalami ilmu agama, santri juga belajar ilmu terapan. Santri dibekali keterampilan seperti bahasa asing dan wirausaha. Fasilitasnya sangat memadai. Bahkan belakangan Pondok Pesantren An-Nur 1 memiliki sekolah unggulan.

"Hal ini membuktikan besarnya peran Pondok Pesantren An-Nur dalam melahirkan generasi shalih dan shalihah kebanggaan keluarga, bangsa, dan agama. Generasi andal dan mandiri yang siap menghadapi perubahan zaman. Mampu mencukupi kebutuhannya, tidak menjadi beban masyarakat, bahkan bisa menyantuni orang-orang sekitarnya. Selaras dengan namanya, An-Nur yang artinya cahaya. Cahaya ilmu dan amal," tambahnya.

Pengasuh Pondok Pesantren An-Nur 1, KH Ahmad Fahrur Rozi menyampaikan terimakasih atas kehadiran Ketua DPD RI AA LaNyalla Mahmud Mattalitti di pondok pesantren An Nur 1 Bululawang, Malang.

Ia mengatakan bahwa saat ini, jumlah santri di seluruh Pondok An-Nur mencapai 8 ribu santri. Sementara santri di Ponpes An-Nur 1 ditempati 1550 santri putra putri. Saat ini, hampir keseluruhan sudah pulang ke tempat tinggal masing masing. Yang masih tertinggal di pondok hanya ustad dan ustadzah.

"Dulu kami memiliki asrama yang tidak memiliki tempat tidur. Alhamdulillah atas bantuan pak LaNyalla akhirnya kita bisa mengisi kamar-kamar di pondok sebanyak 154 tempat tidur. Semoga pak LaNyalla senantiasa sehat walafiat dalam menjalankan tugas negara ini. Kami tahu perjuangan beliau terhadap perkembangan pondok pesanten di Jawa timur ini. Termasuk kepada santri dan para pengasuhnya," pungkas KH Ahmad Fahrur Rozi.

Bagikan

RELATED NEWS