Kepurbakalaan Kabupaten Ngawi Bisa Jadi Obyek Wisata Baru

Asih - Selasa, 21 Januari 2020 17:10 WIB
Bupati Ngawi Ir H Budi Sulistyono (kanan) saat berdiskusi dengan jajaran pimpinan ITS untuk pengembangan Kabupaten Ngawi lebih maju. undefined

Kabupaten Ngawi ingin menciptakan kawasan ekonomi baru, mulai dari segi pendidikan, wisata dan pertanian. Guna merealisasikan itu, saat ini memetakan potensi dan masalah dengan menggandeng salah satu kampus di Surabaya.

Bupati Ngawi Ir H Budi Sulistyono mengungkapkan ada beberapa permasalahan yang saat ini sedang dihadapi untuk merealisasikan hal itu. Ngawi pun membutuhkan bantuan pihak lain terutama akademisi.

Salah satunya yang diungkapkan Dinas Pertanian Kabupaten Ngawi tentang musim panen yang lebih cepat satu bulan dibanding dengan kabupaten lainnya, sehingga membuat industri pengolahan panen belum maksimal. Tidak hanya itu, kurangnya alat mesin pertanian juga menjadi masalah lanjutan.

Tidak hanya itu, Dinas Pariwisata Kabupaten Ngawi juga membutuhkan bantuan pakar untuk bisa melakukan penataan, konsep dan desain wisata. Demikian pula Dinas Koperasi yang menginginkan pengembangan UMKM.

Dinas Pendidikan yang menginginkan peningkatan kompetensi guru, Dinas Pangan dan Perikanan yang menginginkan pengembangan branding kemasan. Serta Dinas Perencanaan yang mengharapkan adanya mahasiswa yang melakukan Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Kabupaten Ngawi.

Dalam hal ini, Bupati Ngawi Budi Sulityono Bersama jajarannya meminta bantuan ke Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya (ITS). “Saya harap ITS dapat membantu kami mengatasi masalah-masalah tersebut, sehingga Kabupaten Ngawi berkembang menjadi smart city,” tutur Budi Sulistyono.

Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng mengatakan, tugas ITS sebagai PTN adalah mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dan melakukan beberapa penelitian. SDM dan penelitian unggul inilah yang nantinya akan membantu menjawab permasalahan masyarakat. “Misalnya, dengan ikut membangun suatu wilayah, seperti yang saat ini sedang kita lakukan dengan Kabupaten Ngawi,” paparnya.

Ashari mengungkapkan Kabupaten Ngawi memiliki potensi besar yang masih bisa dikembangkan. Mulai dari segi pertanian, perikanan, hingga pendidikan. “Tim Pusat Penelitian dari ITS juga sudah meninjau apa saja yang perlu dikembangkan dari kabupaten ini (Ngawi, red),” ungkapnya.

Wakil Rektor IV ITS Bambang Pramujati juga melihat potensi besar dari Kabupaten Ngawi. Bambang menilai, kepurbakalaan yang ada di kabupaten tersebut dapat dijadikan objek wisata berskala internasional. Hal tersebut diyakininya, karena kepurbakalaan Ngawi yang juga memiliki daya tarik wisata.

Namun sampai saat ini, lanjut Bambang, belum ada pengelolaan yang tepat untuk kepurbakalaan ini. “Dengan sedikit sentuhan digital saya yakin ini akan menjadi objek wisata yang menarik banyak wisatawan,” ujar wakil rektor yang membidangi inovasi, kerja sama, kealumnian dan hubungan internasional tersebut.

Bagikan

RELATED NEWS