Karantina 14 Hari bagi Pemudik

Andri - Senin, 30 Maret 2020 20:58 WIB
Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa memberikan keterangan soal virus corona. undefined

Para perantau asal Jawa Timur harus berpikir ulang atau mengurungkan niat jika ingin mudik. Pemerintah Provinsi akan mengisolasi pemudik asal kabupaten dan kota yang menjadi zona merah penyebaran virus corona. Tak main-main, isolasi pemudik itu dilakukan selama 14 hari.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sudah memerintahkan semua kabupaten dan kota di wilayahnya menyiapkan ruangan isolasi. Pemudik akan dipantau ketat.

Menurut Khofifah, solusi tidak mudik atau menunda mudik Lebaran menjadi solusi terbaik yang saat ini bisa diambil guna mencegah penyebaran virus corona yang kini menjadi bencana nasional nonalam. Kalaupun sudah ada penduduk yang sudah terlanjur mudik ke daerah, maka Khofifah meminta agar setiap RT/RW setempat melakukan pendataan dan melakukan pemantauan.

“Kami sudah meminta pemerintah kabupaten kota agar juga menyiapkan ruang ruang observasi. Kepala kabupaten/kota mulai bupati, camat, kepada desa dan forkopimda untuk melakukan tracing bagi mereka yang baru pulang dari daerah terjangkit untuk diobservasi selama 14 hari. Kami harap seluruh keluarga juga memaklumi langkah ini,” kata Khofifah.

Khofifah bahkan sudah melarang mudik kepada warga Jatim bukan hanya pada Lebaran Idul Fitri, tapi juga Idul Adha. Semua dilakukan guna semakin meluasnya wabah corona atau covid-19. Jatim sendiri sudah banyak warganya positif terkena virus yang semula ada di Wuhan, China, itu.

Jatim sendiri sudah memberlakukan aturan ketat kepada para pemudik. Beberapa daerah sudah dilakukan penyeprotan disinfekta. Begtu juga di kota atau kabupaten. Di setiap pintu masuk, para pendatang yang hendak masuk daerah dicek kesehatan dan diukur suhu tubuhnya. Selain itu, banyak kota/kabupaten yang sudah menerapkan lockdown.

Bagikan

RELATED NEWS