Ironi Petani di Hari Tani, Harga Anjlok Saat Panen Raya, Pilih Bagi-bagi Tomat Gratis sampai Biarkan Membusuk di Pohon
JEMBER, Halojatim.com- Ironis petani di Hari Tani Nasional pada Sabtu (24/9) mereka dihadapkan dengan harga jual anjlok saat musim panen tiba.
Hal ini dialami oleh para petani tomat di wilayah Jember yang menggelar aksi protes dengan membagi-bagikan tomat gratis kepada para pengguna jalan.
- TIDAK ADA KUOTA BAGI BONEK SAAT LAWAN AREMA
- Dokter Obgin FK Unair Kupas Tuntas Fungsi Seksual Perempuan
- Pertamina Jamin Kualitas Pertalite Tidak Berubah
Aksi protes oleh para petani tomat ini digelar di depan Kantor Pemerintah Kabupaten Jember, Sabtu sore.
Mereka memilih untuk membagikan tomat secara gratis kepada warga daripada harus menjualnya.
Saat ini harga jual tomat per kilogram mendekati angka Rp500 sampai Rp600.
Dengan harga tersebut maka petani juga tetap akan merugi jika tetap memutuskan untuk menjualnya.
Karena hal itulah para petani tomat ini memilih membagi-bagikan tomat kepada para pengguna jalan.
Ratusan kilogram tomat pun lansung ludes dalam hitungan menit usai dibagikan ke warga secara gratis.
"Kami membagi-bagikan tomat secara gratis kepada masyarakat karena kalau dijual pasti rugi. Harga tomat terjun bebas di tingkat petani yakni berkisar Rp500 hingga Rp600 per kilogram," kata Ketua Forum Komunikasi Petani Jember Jumantoro di halaman Kantor Pemkab Jember.
Ia mengatakan luas lahan yang ditanami tomat di Jember berkisar 100-200 hektare dan sebagian besar petani tomat merugi karena anjloknya harga komoditas tersebut, bahkan beberapa petani memilih tidak memanen tomatnya di lahan tersebut.
Untuk itu, pihaknya ingin menyuarakan aspirasi petani dalam rangka memperingati Hari Tani Nasional ke-62 yang masih jauh dari harapan meningkatkan kesejahteraan para petani.
"Petani menghadapi kondisi yang sangat kritis di tengah kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), sehingga kami berharap ada intervensi dari pemerintah pusat, provinsi, dan daerah untuk peduli dengan nasib petani," tuturnya. (*)