INDEKS HARGA KONSUMEN DI JATIM NAIK

Andri - Rabu, 02 Desember 2020 06:00 WIB
Harga telor ayam yang ikut naik di November undefined
Indeks Harga Konsumen (IHK) di Jawa Timur pada November mengalami peningkatan atau inflasi sebesar 0,26 persen dibandingkan IHK pada Oktober. Data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jatim mencatat, IHK pada Oktober lalu sebesar 103,94 poin. Sedangkan pada November, IHK meningkat menjadi 104,21 poin atau mengalami kenaikan sebanyak 0,27 poin dari IHK pada Oktober. Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan mengatakan, inflasi di Jawa Timur terjadi karena adanya sejumlah indeks kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan harga. Kenaikan paling tinggi terjadi pada kelompok makanan, minuman dan tembakau. IHK untuk kelompok makanan, minuman dan tembakau November kemarin mengalami kenaikan harga sebesar 1,24 persen. Lalu kelompok pakaian dan alas kaki meningkat 0,08 persen. Selain itu, untuk kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga kenaikan harga yang terjadi sebesar 0,12 persen. Masih lebih rendah dari kelompok kesehatan yang meningkat sebesar 0,40 persen. “Lalu kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran yang meningkat 0,17 persen. Tapi ada juga yang deflasi seperti perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,03 persen,” katanya Selasa (1/12/2020). Kelompok lain yang mengalami deflasi di Jawa Timur antara lain kelompok transportasi sebesar 0,21 persen, juga kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya yang deflasi sebesar 0,47 persen. Sementara, kata Dadang, untuk kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; juga kelompok pendidikan, pada November ini tidak mengalami perubahan. Inflasi di Jatim pada November ini ditandai dengan sejumlah komoditas yang mengalami kenaikan harga. Di antaranya daging ayam ras, telur ayam ras, dan lain-lain. Adapun tingkat inflasi Jatim selama Januari sampai November kemarin tercatat sebesar 0,98 persen. Sedangkan tingkat inflasi tahun ke tahun sebesar 1,50 persen. Dadang mengatakan untuk tingkat inflasi tahun kalender (Januari-November) 2020 di 8 kota IHK Jawa Timur, Jember jadi kota dengan inflasi tahun kalender tertinggi mencapai 1,71 persen.Sedangkan kota yang mengalami inflasi tahun kalender terendah adalah Surabaya yang mengalami inflasi sebesar 0,82 persen.
Bagikan

RELATED NEWS