IMPOR JATIM JELANG TUTUP TAHUN 2025 LALU TURUN 3,42 PERSEN
SURABAYA I halojatim- Impor Jatim mengalami penurunan menjelang akhir 2025 lalu. Jumlahnya juga tidak sedikit yakni 3,42 persen. Jika periode yang sama 2024 yaitu dari 27,62 miliar dolar AS menjadi 26,68 miliar dolar AS.
"Penurunan nilai impor ini dipicu oleh melemahnya kinerja impor sektor migas yang turun sebesar 32,19 persen dari 6,38 miliar dolar AS menjadi 4,33 miliar dolar AS," kata Kepala BPS Jatim Zulkipli.
Impor komoditas minyak mentah tercatat turun sebesar 43,70 persen dari 1,17 miliar dolar AS menjadi 657,72 juta dolar AS dan impor komoditas hasil minyak juga mengalami penurunan sebesar 36,51 persen dari 4,11 miliar dolar AS menjadi 2,61 miliar dolar AS. Meski demikian, impor nonmigas meningkat 5,22 persen dari 21,24 miliar dolar AS menjadi 22,35 miliar dolar AS.
Sepuluh komoditas yang memiliki nilai impor nonmigas terbesar Januari-November 2025 dibanding 2024 yakni tertinggi pada perhiasan/permata (HS 71) senilai 1,00 miliar dolar AS atau naik 122,44 persen. Impor perhiasan/permata tersebut berasal dari Hong Kong senilai 956,33 juta dolar AS dan Uni Emirat Arab sebesar 350,82 juta dolar AS.
Komoditas lainnya yang juga mengalami peningkatan terbesar adalah mesin dan perlengkapan listrik (HS 85) yang naik 226,89 juta dolar AS atau 30,19 persen, serta pupuk (HS 31) yang naik 236,00 juta dolar AS atau 29,20 persen dibandingkan periode Januari-November 2024.
"Komoditas mesin dan perlengkapan listrik paling banyak diimpor dari negara Tiongkok mencapai 691,40 juta dolar AS dan Amerika Serikat mencapai 42,19 juta dolar AS," kata Zulkipli.
Selanjutnya, komoditas pupuk (HS 31) paling banyak diimpor dari negara Fed Rusia mencapai 312,74 juta dolar AS dan Kanada mencapai 266,99 juta dolar AS.
Untuk komoditas yang mengalami penurunan adalah serealia (HS 10) turun 42,76 persen dari 1,82 miliar dolar AS menjadi 1,04 miliar dolar AS, serta komoditas ampas dan sisa industri makanan (HS 23) turun sebesar 9,15 persen dari 1,40 miliar dolar AS menjadi 1,27 miliar dolar AS.
Selama Januari-November 2025, impor dari sepuluh golongan barang (HS 2 digit) tersebut memberikan kontribusi 59,05 persen terhadap total impor nonmigas dan dari sisi pertumbuhan naik 6,72 persen dibandingkan periode sama 2024.(*)
