Gubernur Khofifah: Bank Jatim Harus Terus Tingkatkan Kredit UMKM

Asih - Kamis, 11 Maret 2021 17:44 WIB
Gubernur Khofifah ( tengah) foto bersama dengan jajaran direksi Bank Jatim. undefined

Direktur Utama PT Bank Pembangunan Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) Busrul Iman memaparkan kinerja 2020 di hadapan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dan seluruh karyawan, Rabu (10/3/2021).

Dalam acara Refreshment Perbankan 2021 itu Busrul mengatakan kinerja Bank Jatim 2020 meraih hasil yang optimal. “Hal ini tidak terlepas dari dukungan stakeholder dan shareholder serta kerja keras seluruh karyawan Bank Jatim," ujarnya.

Busrul juga memaparkan keberhasilan Bank Jatim dalam penyaluran dana pemulihan ekonomi nasional (PEN) untuk menggerakkan kembali perekonomian Jawa Timur yang terhenti karena Covid-19.

Selama 2020 Bank Jatim berhasil menyalurkan dana PEN kepada 72.499 debitur dengan nominal sebesar Rp 6,86 triliun atau sebesar 171,58 % dari plafon awal yang ditargetkan.

Selain bisnis, Bank Jatim juga memberikan value kepada masyarakat yang ada di lingkungan sekitarnya. Hal itu diwujudkan dalam program Corporate Social Responsbility (CSR) atau Bank Jatim peduli. Selain itu CSR tersebut juga merupakan wujud sinergi Bank Jatim dalam mewujudkan program - program sosial demi terciptanya ekonomi yang lebih ramah lingkungan dengan melibatkan Stakeholder dan Shareholder dalam pembangunan di daerahnya.

Gubernur Khofifah dalam kesempatan itu meminta kepada seluruh Kepala Cabang Bank Jatim, untuk aktif melakukan komunikasi dengan 17 Kepala Daerah yang baru saja dilantik. Hal itu dilakukan untuk mengenalkan program-program yang bisa disinergikan.

Dikatakan Khofifah, selama ini tulang punggung PDRB (Produk Domestik Regional Bruto) Jatim, adalah Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), karenanya Khofifah meminta Bank Jatim tetap memberi kredit kepada pelaku UKM. "Maka komitmen Bank Jatim, tetap pada pemberian kredit kredit kepada pelaku UKM," tandasnya.

Khofifah berharap nantinya keberadaan Kawasan Industri Halal (KIH), sebagai wadah UMKM bisa menjadi penggerak bangkitnya sektor usaha kecil tersebut. "Karena ini adalah industri kecil, maka support dari Bank Jatim menjadi penting," tambahnya.

Refreshment Perbankan 2021 ini, menghadirkan sejumlah narasumber yang diharapkan bisa meningkatkan kinerja Bank Jatim. Antara lain Dr Suprajarto selaku Dirut BRI periode 2017-2019, di mana BRI berhasil menjaring nasabah lini bawah. "Dan Bank Jatim harus bisa melakukan format untuk penyapaan di lini paling bawah, maka digital IT menjadi bagian yang sangat penting," tuturnya.

Koneksitas di antara nasabah nasabah dan kemudian perpanjangan tangan dari Bank Jatim melalui Kepala Cabangnya, harus terkoneksi.

Kemudian narasumber kedua adalah Prof Mohammad Nuh. Dikatakan Prof Nuh refreshment penting dilakukan minimal tiga, empat bulan sekali. Itu dilakukan untuk kembali membangun semangat, komitmen dan bagaimana loyalitas, kesetiaan kepada lembaga perbankan.

Bagikan

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌