FK Unair Visitasi ke RSPAD Gatot Soebroto Jakarta, Ada Apa?
SURABAYA | halojatim.com - Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK Unair) mengecek persiapan Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto, Jakarta sebagai salah satu RS yang akan menjadi tempat belajar para dokter militer untuk Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS).
Seperti diketahui Markas Besar TNI bekerjasama dengan FK Unair untuk program PPDS bagi para dokter militer secara hybrid. Di mana nantinya para dokter militer ini akan menjalani kuliah di tiga rumah sakit TNI salah satunya RSPAD.
Dekan FK Unair, Prof Dr dr Budi Santoso, SpOG(K) mengatakan dengan kunjungan ini, bisa diketahui kesiapan RSPAD Gatot Soebroto menjadi wahana belajar PPDS militer. Kesiapan ini meliputi fasilitas maupun SDM yang ada.
Baca Juga :
- https://halojatim.com/read/grup-musik-debu-kecelakaan-di-tol-paspro-dua-tewas
- https://halojatim.com/read/persib-kenalkan-bintang-persebaya-musim-lalu-sebagai-pemain-baru
- https://halojatim.com/read/sudah-200-ribu-tiket-ka-untuk-lebaran-terjual
“Visitasi ini perlu dilakukan untuk melihat kondisi lapangan untuk kemudian menentukan bagian mana saja yang perlu disesuaikan,” jelas Prof Bus, panggilan akrab Prof Budi Santoso.
Meskipun nantinya pendidikan PPDS ini akan disebar ke rumah sakit TNI, namun standar dan kualitas pendidikan tetap harus disesuaikan dengan standar yang diterapkan FK Unair. Sehingga nantinya kualitas lulusannya pun baik.
Dalam kunjungan ini, Prof Bus membawa serta sembilan Koordinator Program Studi (KPS) beserta kolegium untuk melakukan visitasi di departemen masing-masing. Antara lain KPS ilmu bedah, bedah saraf, anestesi dan reanimasi serta pediatri. Selain itu juga ada obstetri dan ginekologi, radiologi, Kardiologi dan Bedah Vaskular, Ilmu Penyakit dalam dan Bedah Kulit dan Rekonstruksi dan Estetik.
Tak hanya itu saja, Prof Bus juga mengajak serta ketua Majelis Kolegium Kedokteran Indonesia (MKKI), Prof Dr dr David Sontani Perdanakusuma,SpBP(K). Prof David sendiri mendukung penuh program kuliah hybrid ini. Apalagi, ini sudah lama menjadi wacana MKKI dengan FK Unair.
Prof Bus ini berharap, melalui visitasi ini, segera dilakukan evaluasi dan penyempurnaan. Harapannya agar programpendidikan hybrid untuk dokter TNI ini bisa dapat segera terlaksana. Dengan begini FK Unair bersama TNI bisa membantu pemerintah memeratakan tenaga dokter spesialis di Indonesia.
Direktur RSPAD Gatot Soebroto, Letnan Jenderal TNI Dr dr Albertus Budi Sulistya, SpTHT-KL, MARS mengatakan dengan adanya program ini, juga akan meningkatkan kualitas pelayanan di rumah sakit militer yang tersebar di beberapa daerah di Indonesia.
“Dengan kerjasama pendidikan ini, kami berharap distribusi dokter spesialis di Indonesia bisa lebih merata,” ujarnya.
Diketahui sebelumnya, Unair dan TNI menandatangani MoU tentang pendidikan hybrid untuk dokter TNI. Pendidikan hybrid ini maksudnya semua standar akademis mulai dari penerimaan, kurikulum, kompetensi dan kriteria kelulusan mengikuti standar yang ditetapkan FK Unair. Hanya proses pendidikannya tidak dilakukan layaknya PPDS pada umumnya di rumah sakit pendidikan utama FK Unair, namun di beberapa rumah sakit milik TNI.
Sementara ini ada tiga rumah sakit TNI yang akan digunakan sebagai wahana pendidikan. Antara lain RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta, RSAL Dr Ramelan Surabaya dan RS TNI AD Madiun.
Ada sembilan program studi yang akan ditempuh para dokter militer itu yakni prodi ilmu bedah, bedah saraf, anestesi dan reanimasi serta pediatri. Selain itu juga ada obstetri dan ginekologi, radiologi, kardiologi dan bedah vaskular, ilmu penyakit dalam, bedah plastik, rekonstruksi dan estetik.
