EKSPORT JATIM NAIK 13.06 PERSEN
Ekonomi di Jawa Timur tetap menggeliat. Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat kinerja ekspor Jatim pada Juli 2020 mencapai US$1,57 miliar atau naik 13,06 persen dibandingkan Juni 2020.
Kepala BPS Jatim, Dadang Hardiwan mengatakan dari total kinerja ekspor tersebut, sebanyak US$1,47 miliar merupakan ekspor nonmigas. Kinerja ekspor nonmigas ini pun mengalami pertumbuhan 8,46 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
“Namun begitu, jika kinerja ekspor nonmigas Juli 2020 ini dibandingkan Juli 2019, memang mengalami penurunan 17,87 persen,” katanya Selasa (18/8/2020).
Dia mengatakan golongan barang utama nonmigas yang menjadi penopang kinerja ekpsor Jatim yakni tembaga sebesar US$135,82 juta, lemak dan minyak hewan/nabati US$130,16 juta, serta kayu dan barang dari kayu US$11,12 juta. “Biasanya golongan barang utama nonmigas yang paling besar menopang ekspor Jatim adalah perhiasan/permata, tetapi di bulan Juli ini didominasi tembaga,” katanya.
Berdasarkan sektor, ekspor migas pada Juli 2020 mencapai US$106 juta naik 171,46 persen (month to month), pertanian US$146 juta naik 28,02 persen, industri pengolahan US$1,3 miliar naik 6,82 persen dan pertambangan US$3,11 juta atau turun 37,04 persen.
Adapun secara kumulatif sepanjang Januari – Juli 2020, total nilai ekspor Jatim mencapai sebesar US$11,21 miliar atau turun 4,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Negara tujuan ekspor non migas terbesar sepanjang Januari-Juli 2020 adalah Jepang mencapai US$1,6 miliar atau berkontribusi 15,15 persen, disusul ke China US$1,5 miliar atau setara 14,01 persen, dan ke Amerika Serikat US$1,4 miliar dengan peranan 13,04 persen.
Sementara ekspor non migas ke kawasan Asean mencapai US$2,1 miliar atau dengan kontribusi 19,69 persen, dan ke Uni Eropa US$ 837 juta dengan kontribusi sebesar 7,69 persen.
Kepala Bank Indonesia Perwakilan Jawa Timur, Difi Ahmad Johansyah mengatakan Jatim sudah mulai mengalami pemulihan ekonomi terlihat dari beberapa sektor unggulan yakni perdagangan dan pertanian. “Bahkan saya melihat kinerja ekspor kita pemulihannya agak cepat karena nagera-negara mitra dagang kita sudah pulih dari pandemi sehingga membutuhkan komoditas yang berasal dari sini. Meski memang belum sekencang dulu sebelum pandemi,” katanya.
