Ekspor Non Migas Tak terdampak Covid-19

Asih - Jumat, 17 April 2020 00:15 WIB
Ekspor non migas Jatim tidak terpengaruh pandemi Covid-19. undefined

Pandemi Covid-19 di seluruh dunia ternyata belum berdampak negatif terhadap kinerja ekspor non migas Jawa Timur. Bahkan nilai ekspor non migas Jatim pada bulan Maret 2020 justru mengalami kenaikan sebesar 1,90 persen dibanding bulan sebelumnya.

Apabila dibandingkan bulan sebelumnya, ekspor sektor nonmigas naik sebesar 1,90 persen, yaitu dari US$ 1,91 miliar menjadi US$ 1,94 miliar. Nilai ekspor sektor nonmigas tersebut menyumbang sebesar 97,86 persen dari total ekspor bulan ini.

“Sementara jika dibandingkan Maret 2019, nilai ekspor sektor nonmigas juga mengalami peningkatan sebesar 12,21 persen," ujar Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Jatim, Dadang Hardiwan.

Jika dilihat dari jenis komoditasnya, komoditas ekspor utama Jatim adalah Perhiasan/Permata dengan nilai transaksi sebesar US$ 586,84 juta. Nilai tersebut turun 7,92 persen jika dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang mencapai US$ 637,33 juta.

"Perhiasan/Permata berkontribusi sebesar 30,21 persen pada total ekspor nonmigas Jawa Timur bulan ini. Golongan komoditas ini paling banyak diekspor ke Singapura dengan nilai US$ 222,11 juta," ujarnya.

Peringkat kedua yang terbanyak diekspor Jawa Timur adalah Kayu, Barang dari Kayu yang menyumbang nilai ekspor sebesar US$ 125,44 juta, atau naik sebesar 9,65 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Golongan barang ini menyumbang 6,46 persen dari total ekspor nonmigas dan utamanya dikirim ke Jepang dengan nilai US$ 27,66 juta.

Golongan barang peringkat ketiga adalah golongan Lemak dan Minyak Hewan/Nabati dengan nilai ekspor sebesar US$ 114,63 juta atau naik sebesar 19,84 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kelompok barang ini menyumbang 5,90 persen dari total ekspor nonmigas bulan ini dan utamanya diekspor ke Tiongkok senilai US$ 30,16 juta.

"Peningkatan nilai ekspor nonmigas terbesar pada bulan Maret 2020 terjadi pada golongan barang Lemak dan minyak hewan/nabati yang naik sebesar US$ 18,98 juta menjadi US$ 114,63 juta di bulan Maret. Sementara penurunan nilai ekspor terbesar pada golongan barang Perhiasan/permata yang turun dari US$ 637,33 juta menjadi US$ 586,84 juta atau turun sebesar US$ 50,49 juta," jelas Dadang.

Jika dilihat menurut negara tujuan utama ekspor nonmigas, Singapura adalah negara tujuan utama eksporJawa Timur bulan Maret 2020, disusul ke Jepang dan Amerika Serikat. Selama bulan ini, ekspor nonmigas Jawa Timur ke Singapura mencapai US$ 258,92 juta. Sedangkan ekspor ke Jepang dan Amerika Serikat berturut-turut sebesar US$ 253,49 juta dan US$ 228,91 juta.

Bagikan

RELATED NEWS

‌‌‌
‌‌‌
‌‌‌