DIRIKAN POSKO DI PASAR-PASAR TRADISIONAL

Andri - Selasa, 02 Februari 2021 06:44 WIB
Pasar Wonokromo yang masuk dalam perhatian pengendalian Covid-19 di Surabaya. undefined

Satgas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Surabaya bakal mendirikan posko di sekitar pasar-pasar tradisional. Ini sebagai upaya mengoptimalkan pengawasan dan penegakan protokol kesehatan (prokes).

"Ada beberapa yang memang harus kita perketat lagi. Seperti hasil rapat koordinasi tadi malam itu agar kita juga buka posko-posko di sekitaran pasar tradisional. Karena itu memang di titik-titik kerumunan yang paling krusial," kata Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Surabaya, Whisnu Sakti Buana di Surabaya Senin.

Namun demikian, WS, sapaan karib Whisnu Sakti Buana, menyatakan, bahwa selama ini Pemkot Surabaya setiap harinya juga menggelar operasi protokol kesehatan. Baik itu di lingkup pasar maupun pusat keramaian.

Bahkan dalam operasi prokes pihaknya juga melibatkan jajaran TNI dan Polri.
"Dari evaluasi itu memang yang belum itu kita membuka posko di setiap pasar tradisional. Ada beberapa pasar yang sudah ada poskonya," katanya.

Untuk tahap awal, WS mengaku bakal mendirikan posko pengawasan protokol kesehatan di pasar-pasar induk. Seperti Pasar Wonokromo, Keputran, maupun Pabean.

"Yang kemungkinan kerumunannya semakin tinggi itu kita buka posko untuk memantau kegiatan pasar setiap hari," kata dia.

WS menyebut, berdasarkan hasil evaluasi Satgas Covid-19 Surabaya, selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM), angka penularan di Surabaya terjadi penurunan yang signifikan. Jika dalam pekan lalu tambahan bisa mencapai di atas 100, namun saat ini sudah di bawah 80.

"Untuk angka kematian coba kita tekan terus, kemarin sudah menurun nanti coba kita semakin tekan," katanya.

Bagikan

RELATED NEWS