CUACA EKSTREM, STOK LISTRIK DI JATIM AMAN

Adhitya Noviardi - Jumat, 12 November 2021 21:58 WIB
Kebutuhan listrik di Jatim dijamin aman di musim hujan

HALO JATIM I Surabaya - Datangnya musim hujan biasanya disertai cuaca ekstrem. PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Timur sudah bersiap menghadapi.

Mereka menyiagakan sebanyak 3.492 personel. Ini untuk menghadapi cuaca ekstrem yang terjadi di beberapa wilayah setempat, sebagai upaya meningkatkan keandalan pasokan listrik.

General Manager PT PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur, Adi Priyanto, , sebelum menyiagakan personel, juga telah menggelar apel siaga di 17 Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan se-Jawa Timur. Dia i merinci, 3.492 personel itu terdiri dari 2.347 personel pelayanan handal (Yandal), 1.008 personel Har dan 137 pegawai, ditambah 18 regu Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB).

Petugas, kata Adi, dilengkapi dengan 243 unit UGB, 11 unit crane dan 12 skylift, dengan periode penyiagaan berlangsung selama masa badai siklon tropis La-Nina yang memicu terjadinya cuaca ekstrem, yakni diperkirakan hingga Februari 2022. "Berkaca pada kasus force majeure yang tidak terduga dan cuaca ekstrem sewaktu-waktu, maka perlu kesiapsiagaan seluruh personel untuk menjaga keandalan pasokan listrik dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Lebih dari itu, kita juga harus mempersiapkan diri dan peralatan dalam bekerja serta selalu menjaga Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3) sebelum terjun ke lapangan," katanya.

Meski tengah memasuki musim penghujan dan cuaca ekstrem, pasokan listrik di Jawa Timur tetap aman. Tercatat, beban puncak pada 11 November 2021 mencapai 5.449 MW sedangkan daya mampu sebesar 8.875 MW.

Sementara itu, petugas itu juga telah diturunkan dalam mengantisipasi cuaca ekstrem. Mereka melakukan pemangkasan ranting pohon yang berpotensi mengganggu aliran listrik apabila cuaca hujan lebat dan angin.

Hal itu dilakukan dengan bekerja sama dinas terkait di kabupaten/kota untuk pendataan dan pemotongan pohon tua yang sudah berpotensi roboh di kondisi cuaca ekstrem, serta melakukan peninggian panel gardu guna mengantisipasi kondisi banjir, dan menyiapkan mitigasi bencana dan bekerja sama dengan BPBD di setiap daerah. (*)

Editor: Andri

RELATED NEWS